<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tyty99's Blog</title>
	<atom:link href="http://tyty99.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tyty99.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 12:08:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tyty99.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tyty99's Blog</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tyty99.wordpress.com/osd.xml" title="Tyty99&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tyty99.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Libur Ramadhan (Bagian 2-habis)</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2010/09/14/libur-ramadhanbagian-2-habis/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2010/09/14/libur-ramadhanbagian-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 11:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Banjarmasin, 07 September 2010 Pagi ini kuliah dulu dari jam delapan sampai jam setengah satu. Pulang kuliah langsung ke distro buat beliin adik gendut itu dompet. Jam setengah dua habis sholat dzuhur langsung berangkat lagi mudik ke Pangkalan Bun dianter kakak sepupu. Sebenarnya kalau memikirkan kepentingan sendiri sih pulang hari Rabu pagi ya nggak apa-apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=110&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banjarmasin, 07 September 2010</p>
<p>Pagi ini kuliah dulu dari jam delapan sampai jam setengah satu. Pulang kuliah langsung ke distro buat beliin adik gendut itu dompet. Jam setengah dua habis sholat dzuhur langsung berangkat lagi mudik ke Pangkalan Bun dianter kakak sepupu. Sebenarnya kalau memikirkan kepentingan sendiri sih pulang hari Rabu pagi ya nggak apa-apa juga. Tapi kan kakak sepupu itu juga mau pulang kampung yang kalau perjalannya ditempuh dari Pangkalan Bun, bisa lebih dari setengah hari baru sampai ke rumahnya. Berhubung kami lagi puasa, jadi di mobil sama sekali tidak ada minuman ataupun makanan. Sore hari di Palangka Raya kami mampir di pasar Ramadhan cuma untuk membeli kue-kue dan kurma, tanpa membeli minum (hehhhh&#8230;). Setelah meneruskan perjalanan beberapa saat, kami memutuskan untuk membeli air mineral saja di warung pinggir jalan. Sampai waktu berbuka tiba, kami membatalkan puasa di mobil, dan selanjutnya kami singgah di masjid untuk sholat magrib sekaligus menjama’ sholat isya. Sampai di Sampit, kami mampir di warung untuk makan malam.<span id="more-110"></span></p>
<p>Pangkalan Bun, 08 September 2010</p>
<p>Pukul 02.45 WIB kami sampai di Pangkalan Bun. Setelah lebih dari 14 jam perjalanan kami tempuh, akhirnya kami sahur di rumah. Seharian di rumah aja, mandi agak siang, dan tidur siang. Mama sudah terus mengingatkan untuk ikut sholat malam berjamaah di musholla jam 01.00 WIB nanti. Saat berbuka lagi-lagi mama mengingatkan, tapi saya diam saja. Mama mengira kalau saya tidak mau ikut (hehehe&#8230;, berhasil ngerjain.. *jangan ditiru*), tapi sebenarnya saya ikut kok..</p>
<p>Pangkalan Bun, 09 September 2010</p>
<p>Puasa terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. Malam ini sudah malam takbiran. Besok hari raya sudah ada baju yang warnanya senada dengan Siti Bete (tentu saja hijau.. hehe..). Mama sudah masak banyak untuk menjamu tamu besok. Ada bakso sapi dan ikan, ada ikan bakar lalapan, dan yang tidak pernah ketinggalan adalah lontong dan lapat gangan banjar. Fotonya? Hehehe.. saya nggak foto-foto saat liburan ini. Untuk kuenya, mama membuat wadai bingka barandam dan bingka kentang. Kue-kue kering untuk isian toples semuanya beli. Disda ikut membuat bolu gulung tapi tidak dikeluarkan untuk hari pertama lebaran (hanya masalah pada tampilan sebenarnya, tapi rasanya “enak” kok..). Saya ikut-ikutan juga sebenarnya tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. gagal..</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/09/sp_a0149.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-112" title="SP_A0149" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/09/sp_a0149.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pangkalan Bun, 10 September 2010</p>
<p>Hari Raya Idul Fitri 1431 H tiba, jam lima pagi saya mandi sunnah di hari raya (brrrrrrrrrrr.. dingiiinnnnnnnn). Tanya ke abah, katanya sholat Id jam setengah delapan. Saya pikir kok sama ya kaya’ di banjar&#8230; (apa iya ya..). Ternyata begitu jam tujuh kami sampai di masjid, imamnya segera mengambil ancang-ancang untuk memulai sholat (ancang-ancang..???). Kami yang perempuan ini ya kasak-kusuk lah memakai mukena, sajadah gelombang-gelombang, sampai kacamata pun gak ingat saya copot. Selesai sholat, langsunglah mama, Disda, dan saya berbisik-bisik “kaya’nya yang memimpin takbiran tu abah deh (padahal bukan), tadi aja begitu kita sampai, imamnya langsung mau mulai sholat, jangan-jangan emang nungguin abah..” (hehhhhehhh capeknya grasah-grusuh..). Pulang dari masjid langsung ke rumah, langsung ba-a-am-punan. Acara pagi ini selamatan bahaul dulu. Open house hari ini tidak terlalu ramai, mungkin karena bertepatan dengan hari Jumat. Sehingga menjelang sholat Jumat, tamu-tamu sadah tidak ada yang datang. Siang ini cuacanya bersahabat, tidak hujan juga tidak terlalu panas. Setelah anak-anak yang berlarian di halaman depan rumah tidak terlalu banyak lagi, saya langsung minta difotokan oleh Disda bersama Siti Bete yang juga sudah memakai baju baru. Setelah sholat Jumat, tamu-tamu datang lagi sampai sore hari. Malam hari kami semua santai karena sudah tidak ada tamu lagi</p>
<p>Pangkalan Bun, 11 September 2010</p>
<p>2 Syawal 1431 H, biasa dikatakan lebaran hari kedua. Di rumah makanan berat yang tersisa untuk disuguhkan pada tamu hanya bakso. Saya dan Disda berkunjung ke rumah guru SD, guru SMP, dan teman SMP. Hari ini tamu yang datang lagi-lagi hanya sampai sore saja, malam hari santai lagi.</p>
<p>Pangkalan Bun, 12 September 2010</p>
<p>Hari ini adalah hari untuk beberes karena besok mau balik ke Banjarmasin. Banyak yang disangukan ke kami. Kue kering, minumaan bersoda, toples, bunga pajangan, sirup, kue basah, ikan, lapat, gangan ayam, kering kentang, daging, sampai bawang merah dan bawang putih juga (tak akan ada foto..).</p>
<p>Pangkalan Bun dan Banjarmasin, 13 September 2010</p>
<p>Jam setengah tujuh pagi kami berangkat menuju Banjarmasin diantar oleh kakak sepupu yang ada di sini. Sebelumnya sudah melakukan perpisahan dengan Siti Bete. Setelah dipertimbangkan, memang sebaiknya Bete tetap di Pangkalan Bun karena makanannya akan lebih terjamin (mama selalu menggorengkan ikan khusus untuk Siti Bete untuk makan 3 kali sehari), selain itu juga anaknya yang baru berumur 10 hari (lahir 03 September 2010 pukul 03.30 WIB) itu kasihan kalau dipaksakan untuk dibawa ke Benjarmasin (hhh sedih juga sebenarnya).</p>
<p>Jam delapan malam kami sudah sampai di Banjarmasin. Setelah mengantarkan kakak sepupu ke rumahnya, kami sampai juga di rumah kami jam setengah sembilan malam.</p>
<p>Banjarmasin, 14 September 2010</p>
<p>Cerita ini selesai dibuat. Walaupun sempat kesal karena mengira kuliah dimulai hari ini (yang ternyata besok), tapi justru hari inilah saya bisa menuliskan cerita ini sampai sore.</p>
<p>Maaf bila ada kata atau kalimat yang menyinggung perasaan. Silakan beri kritik, saran, dan komentar ya..</p>
<p>Siti Bete jaga dan rawat baik-baik cucu mommy sampai besar ya.. Jangan cari suami baru dulu..﻿</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:226px;width:1px;height:1px;"><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /></div>
<br />Filed under: <a href='http://tyty99.wordpress.com/category/jalan-jalan/'>Jalan-Jalan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=110&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2010/09/14/libur-ramadhanbagian-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/09/sp_a0149.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0149</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Libur Ramadhan (Bagian 1)</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2010/08/31/libur-ramadhan-bagian-1/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2010/08/31/libur-ramadhan-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 10:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Banjarmasin, 05 Juli 2010 &#8211; 03 Agustus 2010 Mulai liburan setelah 2 minggu ujian, tapi ga’ bingung sih mau ngapain aja,soalnya emang sudah ada kegiatan lain menunggu. Dari liat-liat nilai, ngurus spp, ngurus KTI (yang membuat saya tidak menyesali telatnya mudik ke P. Bun), dan tentu saja konsultasi KRS. Banjarmasin, 03 Agustus 2010 Malam ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=79&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banjarmasin, 05 Juli 2010 &#8211; 03 Agustus 2010</p>
<p>Mulai liburan setelah 2 minggu ujian, tapi ga’ bingung sih mau ngapain aja,soalnya emang sudah ada kegiatan lain menunggu. Dari liat-liat nilai, ngurus spp, ngurus KTI (yang membuat saya tidak menyesali telatnya mudik ke P. Bun), dan tentu saja konsultasi KRS.</p>
<p>Banjarmasin, 03 Agustus 2010</p>
<p>Malam ini beres-beres dulu, soalnya kan besok mau mudik ke Pangkalan Bun (kaya’nya bukan saya yang beberes deh hehe..). Disda sih sudah belanja-belanja yang banyak itu buat oleh-oleh ke P.Bun (sama siapa ya..?? ya sama temannya Disty lah.. wuahahahaha..). Tak usahlah kiranya saya ceriterakan keadaan mobil yang penuh itu,, ya kurang lebih seperti kebun binatang mini lah..</p>
<p>Sepertinya cerita saya membosankan. Ya itu karena bukan inti cerita. Inti cerita ada di bawah ini.. silakan dinikmati ya..<span id="more-79"></span></p>
<p>Banjarmasin dan Pangkalan Bun, 04 Agustus 2010</p>
<p>Sudah beberes pakaian tadi malam, tinggal masukkin tas-tas, Siti Bete, satu kotak yang berisi 2 ekor marmut, satu kandang yang berisi penuh mencit, serta semua pesanan mama dan acil ke dalam mobil. Selama di perjalanan Siti Bete tidur aja nih, kaya’nya dia mabuk perjalanan.. (tapi foto ini diambil waktu dia sudah di P. Bun dan tidur di ranjangnya mama dan abah).</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0115.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-80" title="SP_A0115" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0115.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Siti Bete" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Rumah dikunci, pagar dikunci, lalu berangkat menuju terminal untuk menjemput kakak sepupu yang akan nyetirin mobil sampai ke Pangkalan Bun. Jam 06.30 berangkat dari rumah, Disda sang supir yang sudah pamitan dengan-nya (hehehe..), saya, dan adik sepupu menuju terminal. Menunggu kedatangan kakak sepupu dari Banjarbaru sebentar, pukul 07.30 WITA kami berangkat menuju Pangkalan Bun. Pukul 20.30 WITA atau pukul 19.30 WIB di Pangkalan Bun kami sampai. Datang di rumah langsung disambut mama. Saya langsung cium tangan dan memeluk mama yang memang sangat saya rindukan dan saya juga sebenarnya cukup merasa bersalah karena sebelumnya mama mengharapkan kami bisa melewati Nisfu Sya’ban bersama di P. Bun, namun apa daya jadwal konsultasi KRS baru dimulai tanggal 02 Agustus 2010. Tetapi dibalik itu semua, saya juga sangat senang karena bisa mengerjakan makalah dan konsultasi karya tulis saya selama menunggu tanggal 04 Agustus 2010. Oh ya, saya hampir lupa menceritakan kalau 13 jam perjalanan darat itu sudah cukup laju lho.. karena itu sudah termasuk mampir makan, sholat, dan buang air. Sebenarnya untuk ke P. Bun lewat jalan darat itu bisa ditempuh 10 jam (ini mungkin bagi supir yang lagi marah, kepanasan, tergesa-gesa, atau memang hobi kebut-kebutan, tapi mungkin tidak bagi supir yang kegatalan hehehe..) sampai 15 jam (bila supirnya mungkin sudah tua, memang sayang mobil, pakai istirahat-istirahat karena pegal, tetapi mungkin tidak bagi supir yang ketiduran di jalan J). Setelah melepas rindu dengan mama, lalu dengan adik-adik, saya bersiap untuk istirahat (ga’ sholat Isya nih, guring mati jar..). Abah masih di kantor dan pulangnya malam jadi ga’ pakai salim sama abah deh..</p>
<p>Pangkalan Bun, 05 Agustus 2010</p>
<p>Habis shubuh langsung buka laptop, ngerjain KTI lalu kirim deh ke pembimbing. Koreksiannya ternyata sudah ada tanggal 06 Agustus 2010, tapi saya baru buka tanggal 08 Agustus 2010. Edit-edit sebentar, lalu selesai dan ditinggal dulu deh untuk sementara sampai masuk kuliah.. Di P. Bun pagi dan siang ga’ makan bersama karena kesibukan masing-masing tapi malam diusahakan makan bersama. Kalau biasanya liburan mandinya siang, di rumah sendiri saat liburan mandinya ya tetap siang wkwkwk.. sampai-sampai beberapa kali ga’ ikut Disda jemput adik yang masih kelas 2 SD itu pulang sekolah. Kalau adik yang kelas 1 SMA itu sih ga’ usah dijemput karena dia naik motor sendiri (ssssstttttttt padahal dia belum ada SIM..), lagian badannya juga lebih besar dan lebih tinggi dari kakak-kakaknya. Kalau ditanya kenapa badan adiknya lebih besar, saya sebagai kakaknya sih cuma bilang karena dia ga’ kebagi tapi saya kebagi tinggi dan besarnya sama saudara kembar saya (ah itu bisa-bisanya si Disty aja hahaha..).</p>
<p>Pangkalan Bun, 06 Agustus 2010</p>
<p>Pagi ini sarapan nasi goreng, ikan goreng, oseng tahu tempe, dan sambal yang semuanya bikinan mama.</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0112.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-81" title="SP_A0112" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0112.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Nasi goreng sambal spesial" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kalau di rumah ini, mama pagi-pagi sekali sudah merebuskan air untuk adik bungsu mandi, menyiapkan pakaiannya, dan menyuapinya sarapan, setelah itu menyiapkan sarapan untuk abah karena abah ngantor jam sembilan sedangkan mama ngantor jam setengah delapan. Kalau abah kegiatan paginya nerima tamu-tamu yang datang dan kalau sempat nyapu-nyapu halaman, kalau mama repot, abah juga bisa nyuapin adik sarapan. Adik bungsu saya ini bukannya tidak bisa makan sendiri, tapi dia itu sepertinya ngikutin jejak kakak-kakak tertuanya ini yang sewaktu kecil dulu makannya memang susah dan lambat, sedangkan dia itu harus cepat-cepat karena sekolahnya cukup jauh dan ga’ mungkin kan nyuruh mobil jemputan sekolahnya nungguin di depan rumah selama dia makan (hohoho..).</p>
<p>Selain bikin sarapan, mama juga bikin camilan perkedel dan wadai bom gula habang. Waktu mama masih belum selesai menggoreng semua camilan ini, saya yang belum mandi (dan belum sikat gigi tentunya) sudah mencomot dan memakan 2 buah camilan ini ckckck..</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0114.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-82" title="perkedel dan bom gula habang" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0114.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Malamnya mama bikin makanan istimewa “sop tangkar” yang rasanya tentu saja sangat enaaaaakkkkkkkk sekali. Kalau saya sih tau makan aja, soal masak ya yang dasar-dasar bisa lah..</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0113.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-83" title="SP_A0113" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0113.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Nasi kuah sop tangkar" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Eh,,eh, kalau saya kerjaannya apa ya..?? Ya apa aja yang bisa dikerjain, cuci piring bisa, ngasih makan marmut, bantu beberes tempat tidur juga bisa hehehe..</p>
<p>Pangkalan Bun, 07-10 Agustus 2010</p>
<p>Saya lagi malas foto-foto pada hari-hari ini. Karena saya bercerita berdasarkan foto, jadi untuk tanggal-tanggal ini saya juga lupa ada cerita apa (wah..wah..). Kecuali 10 Agustus malam yang disebut malam mamagang yang diisi dengan tarawih perdana untuk bulan Ramadhan tahun 1431 Hijriyah ini.</p>
<p>Pangkalan Bun, 11 Agustus 2010</p>
<p>Hari ini sudah mulai puasa hari pertama tahun ini, Alhamdulillah bisa melewatinya bersama keluarga tercinta. Pagi ini rasanya malas sekali beranjak dari tempat tidur. Agak kesiangan sebenarnya karena setelah sholat Shubuh malah tidur lagi. Kegiatan pagi ini kasih makan marmut dulu ah. Eh tapi ada si Cemot kucing jantan satu-satunya di rumah ini yang kekanak-kanakan, berisik, suka mencuri, dan warna belangnya itu lho, balang cacak yang sudah kusam. Si Cemot ini waktu Siti Bete datang langsung ngajak kenalan lalu malah nakalin Siti Bete. Siti Bete itu waktu datang langsung disayangi karena warna rambutnya yang putih bersih, gemuk, harum, dan tidak suka mencuri, selain itu Siti Bete ini tidak pernah buang air sembarangan di rumah, kalau mau buang air dia selalu bilang dulu untuk minta dikeluarkan dari rumah. Jadi disaat kucing-kucing lain dikeluarkan saat makan dan malam hari, Siti Bete dibiarkan aja seharian di rumah. Cemot itu punya saudara kembar yang bernama Mei Mei. Keadaan Mei Mei ini lebih parah lagi dengan warna belang yang sama dengan Cemot, tapi dia punya banyak koreng, rambutnya tipis, mukanya jelek, dan lebih kasihan lagi karena dia gagu dan tuli sehingga membuat dia minder dan tidak ada pejantan yang mau dengannya. Dari semua kekurangan Mei Mei itu, dia punya kelebihan sebagai pencuri ulung yang lebih hebat dari Cemot karena dia pencuri yang tidak berisik. Selain itu Mei Mei tidak nakal dengan Siti Bete dan dia juga cepat belajar dari Siti Bete, diantaranya dia mulai mengeringkan koreng-korengnya, dan sedikit meniru-niru sifat Siti Bete yang suka tidur. Kalau Siti Bete boleh tidur telentang di ranjang, Mei Mei cukup tahu diri dengan hanya tidur di karpet mushola di rumah. Selain si kembar Cemot dan Mei Mei, di rumah juga ada si Bubu dan si Belang yang nakal.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0116.jpg"><img class="size-medium wp-image-84" title="SP_A0116" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0116.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Cemot" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Cemot</p></div>
<div id="attachment_85" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0124.jpg"><img class="size-medium wp-image-85" title="SP_A0124" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0124.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mei Mei" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mei Mei</p></div>
<p>Waktu sahur tadi saya tidak ingin merusak suasana dengan kegiatan foto-foto yang saya lakukan itu (dan ini saya lakukan untuk sahur-sahur berikutnya). Tetapi saat mama menyiapkan makanan berbuka, mulailah saya foto-foto lagi hahaha.. Buka puasa pertama ini mama bikinin wadai bingka kentang dan gangan asam kepala iwak. Tetapi karena panai mama yang seukuran tuangan bingka itu hilang, jadilah mama memakai panai yang agak kebesaran. Ini membuat wadai bingka lambat matangnya. Seketika, mama punya ide untuk membakar bingka itu di oven listrik. Dari hasil coba-coba itu, jadilah mama membakar bingka untuk seterusnya menggunakan oven. Saya bilang ke mama kalau yang dibikin mama itu adalah bingka kentang modern yang cantik karena matangnya merata dan jadinya juga bingka yang tinggi.</p>
<div id="attachment_86" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0117.jpg"><img class="size-medium wp-image-86" title="SP_A0117" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0117.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bingka kentang" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">bingka kentang</p></div>
<div id="attachment_87" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0119.jpg"><img class="size-medium wp-image-87" title="SP_A0119" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0119.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Gangan asam kapala iwak" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">gangan asam kapala iwak</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 12 Agustus 2010</p>
<p>Puasa hari ini mama bikin makanan berbuka cukup beragam. Kolak pisang wan gumbili, wadai gambung, dan gangan karuh disiapkan dengan cepat. Kolak yang manis dan legit karena pakai gula habang kandangan, wadai gambung yang lembut dicacap ke setrup, dan gangan karuh yang gurih melengkapi indahnya buka puasa kali ini. Saya yang tidak biasa makan “berat” langsung banyak saat berbuka, dipaksa mama untuk makan lagi sepulang tarawih. Jadilah saya mau tak mau (Iya kah? Bukannya Disty emang suka makan ya..) makan lagi setelah tarawih. Lucunya saat saya mengambil kolak di dalam mangkok, abah malah menguahkan kolak itu ke nasinya (hahaha.. sebenarnya sih saya tidak merasa aneh, kan gangan banjar itu ada yang namanya sarawa waluh atau bubula pisang yang emang seperti kolak..).</p>
<div id="attachment_88" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0121.jpg"><img class="size-medium wp-image-88" title="SP_A0121" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0121.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kolak" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kolak pisang wan gumbili</p></div>
<div id="attachment_89" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0120.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-89" title="SP_A0120" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0120.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Gambung" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">gambung</p></div>
<div id="attachment_90" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0118.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-90" title="SP_A0118" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0118.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Gangan karuh" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">gangan karuh</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 13 Agustus 2010</p>
<p>Malas datang lagi. Saya ga’ foto-foto hari ini. Tanggal 14 Agustus 2010 juga hanya satu foto. Oh iya, saya ingat hari ini kan saya, Disda, dan Rezqi (adik yang SMA) ke dokter mata. Biasalah kontrol 6 bulan sekali. Tapi kalau Rezqi sih karena baru ke dokter mata kali ini, kaya’nya dia akan mengikuti jejak berkaca mata J. Tunggu-tunggu dokternya akhirnya datang juga. Sampai kesorean jadinya buka puasa di apotek deh.</p>
<p>Pangkalan Bun, 14 Agustus 2010</p>
<p>Hari ini mama bikin soto manggala untuk buka puasa. Soto manggala itu makanan khas Pangkalan Bun. Kuahnya semakin gurih dengan adanya daging sapi yang ditambahkan. Fotonya sih ga’ jelas, takut nyemplung soalnya.</p>
<div id="attachment_91" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/140810.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-91" title="140810" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/140810.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Soto manggala" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">soto manggala</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 15-16 Agustus 2010</p>
<p>Datang lagi malasnya&#8230;</p>
<p>Pangkalan Bun, 17 Agustus 2010</p>
<p>Hari ini mama bikin wadai bingka lagi. Kali ini bikin bingka barandam nang lamak manis wan pacah di ilat. Bingka yang dibikin lagi-lagi dengan cara modern, warna hijau pandannya yang indah (tentu saja karena Disty memang suka warna hijau), dan kuahnya yang manis membuat bingka ini langsung meluncur begitu dimakan.</p>
<p><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0123.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-92" title="SP_A0123" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0123.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Pangkalan Bun, 18-19 Agustus 2010</p>
<p>Malas melanda lagi..</p>
<p>Pangkalan Bun 20 agustus 2010</p>
<p>Kali ini mama bikin gaguduh banyalam. Ini terdiri dari pisang yang dibalut tepung kemudian direbus, kuah santan yang diberi pandan, dan diberi satrup habang yang manis. Jadilah gaguduh banyalam (pisang berselimut yang berkuah) yang legit dan gurih. Bagi abah yang sudah lama membatasi diri dari menyantap santan, maka hanya pisang berkuah setruplah yang dimakan (hikz..). Karena mama bikinnya cukup banyak, jadi setelah tarawih saya diharuskan nambah makan gaguduh banyalam itu. Kalau tidak nambah, kata mama itu namanya tidak menghargai. Jadilah saya mau tidak mau (Oh ya..??) nambah lagi.. J.</p>
<div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0127.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-93" title="SP_A0127" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0127.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Gaguduh bajarang" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">gaguduh bajarang</p></div>
<div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0128.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-94" title="SP_A0128" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0128.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Santan" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kuah santan</p></div>
<div id="attachment_95" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0129.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-95" title="SP_A0129" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0129.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Satrup" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">satrup habang</p></div>
<div id="attachment_96" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0131.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-96" title="SP_A0131" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0131.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Gaguduh banyalam" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">gaguduh banyalam</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 21 Agustus 2010</p>
<p>Hari ini mama bikin bingka durian gula habang batahi lala dan puding waluh gula habang. Ini masih bingka modern. Pudingnya pun kreasi baru karena menggunakan labu kuning sebagai bahan dasarnya.</p>
<div id="attachment_97" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0133.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-97" title="SP_A0133" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0133.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Bingka durian" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">bingka durian gula habang batahi lala</p></div>
<div id="attachment_98" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0134.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-98" title="SP_A0134" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0134.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Puding waluh" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">puding waluh gula habang</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 22 Agustus 2010</p>
<p>Mama bikin pancokan dan gangan iwak badaing kali ini. Yang selalu istimewa adalah sambal pancok mama ini yang tendiri dari kacang goreng, bawang putih goreng, petis banjar, gula habang batanak, terasi masak, asam jawa, cabe rawit, dan garam. Sambal pancok yang kental ini diulek di cobek yang besar dengan dua tangan (tangan kiri ikut menekan tangan kanan, menunjukkan betapa kental dan banyaknya sambal ini). Asal tau saja, mama memang menyimpan berbagai jenis terasi dan berbagai jenis cobek yang besarnya beragam. Buah-buahan untuk pancokan ini adalah buah-buahan biasa seperti bengkoang, mentimun, jambu air, dan nanas yang langsung dicolekkan ke sambal yang masih di cobek tadi. Rasanya&#8230;.. mantapppppppppp..</p>
<div id="attachment_99" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0135.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-99" title="SP_A0135" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0135.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Kacang dan bawang" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kacang goreng dan bawang putih goreng yang sedang diulek</p></div>
<div id="attachment_100" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0137.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-100" title="SP_A0137" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0137.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Sambal pancok" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">sambal pancok</p></div>
<div id="attachment_101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0138.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-101" title="SP_A0138" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0138.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Iwak badaing" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">iwak badaing</p></div>
<p>Pangkalan Bun, 23-24 Agustus 2010</p>
<p>Saya malas lagi..</p>
<p>Pangkalan Bun, 25 Agustus 2010</p>
<p>Tiba-tiba saya harus ke luar kota pagi ini dengan abah, sehingga baru kali ini saya merasakan ga’ enaknya diburu-buru (Penyebabnya? Biasalah.. malas mandi pagi..). Selama di luar kota tentu saja saya malas lagi jadinya foto-foto.</p>
<p>Luar kota, 25-27 Agustus 2010</p>
<p>Kegiatan yang monoton saya lakukan disini. Ya..ya..ya..</p>
<p>Luar kota, 28 Agustus 2010</p>
<p>Pagi ini saya langsung balik ke Banjarmasin. Selain agar tidak bolak-balik lagi Pangkalan Bun-Banjarmasin, ada kabar burung yang menyebutkan kalau perkuliahan dimulai tanggal 30 Agustus 2010. Tetapi itulah, sebagai manusia seharusnya kita percaya pada kabar dari manusia yang bisa dipercaya, bukan pada burung apalagi bila kita memang tidak mengerti bahasa burung. Ternyata perkuliahan memang tetap tanggal 01 September 2010. Sementara itu, Disda tetap balik ke Banjarmasin dari Pangkalan Bun disupirkan oleh kakak sepupu. Nah  Disda ini membawa berbagai makanan sangu dari P. Bun. Disda disanguin mama lupis kuah durian, iwak basanga angkal, rendang, dan iwak barabuk.</p>
<div id="attachment_102" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0139.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-102" title="SP_A0139" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0139.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Lupis" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">dua tujur lupis</p></div>
<div id="attachment_103" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0141.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-103" title="SP_A0141" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0141.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Gula habang cair" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kuah gula habang bedurian</p></div>
<div id="attachment_104" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0140.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-104" title="SP_A0140" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0140.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Lupis kuah durian" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">lupis kuah durian</p></div>
<div id="attachment_105" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0143.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-105" title="SP_A0143" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0143.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Iwak basanga" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">iwak basanga angkal</p></div>
<div id="attachment_106" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0142.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-106" title="SP_A0142" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0142.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Rendang" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">rendang</p></div>
<div id="attachment_107" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0144.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-107" title="SP_A0144" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0144.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Iwak barabuk" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">iwak barabuk</p></div>
<p>Banjarmasin, 29 Agustus 2010</p>
<p>Menghabiskan hari Minggu dengan beberes rumah yang sangat tidak beres. Pagi-pagi abah mau ke bandara untuk menuju Pangkalan Bun. Mama sudah pesan kue lam sampai dua loyang untuk dibawa abah ke Pangkalan Bun. Padahal abah itu kan juga harus menjaga asupan gula (oh..). O ya, ini mobil kotor sekali ya.., titip kakak sepupu saja untuk nyucikan hehehe.</p>
<div id="attachment_108" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0145.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-108" title="SP_A0145" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0145.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Kue lam" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kue lam</p></div>
<p>Banjarmasin, 30 Agustus 2010</p>
<p>Pagi ke Banjarbaru untuk mengambil KTM dan menyerahkan perbaikan makalah KTI ke pembimbing. Pulangnya langsung ke toko buku, lalu sorenya ke pasar Ramadhan. Malamnya sholat tarawih di masjid dekat rumah (baru kali ini ngerasain tarawih yang ayat pendeknya ngabisin 1 juz Al-Qur’an).</p>
<p>Banjarmasin, 31 Agustus 2010</p>
<p>Tulisan ini dibuat. Sebenarnya masih banyak makanan dan minuman istimewa yang dibuat oleh mama. Tapi berhubung saya ga’ sempat (??) foto-foto, jadi itu saja yang saya ceritakan ya&#8230; Tulisan ini dibuat dengan judul part 1 karena saya harap semoga saya rajin untuk menulis kelanjutan cerita selama liburan ini.  Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini. Mohon maaf bila ada kata yang salah dan atau menyinggung perasaan. Komentar, kritik, dan sarannya ditunggu ya&#8230;</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></div>
<br />Filed under: <a href='http://tyty99.wordpress.com/category/jalan-jalan/'>Jalan-Jalan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=79&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2010/08/31/libur-ramadhan-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0115.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0115</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0112.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0112</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0114.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">perkedel dan bom gula habang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0113.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0113</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0116.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0116</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0124.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0124</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0117.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0117</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0119.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0119</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0121.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0120.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0120</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0118.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0118</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/140810.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">140810</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0123.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0127.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0127</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0128.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0128</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0129.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0129</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0131.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0131</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0133.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0133</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0134.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0134</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0135.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0135</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0137.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0137</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0138.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0138</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0139.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0139</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0141.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0141</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0140.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0140</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0143.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0143</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0142.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0142</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0144.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0144</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/08/sp_a0145.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SP_A0145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liburan di Pangkalan Bun</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2010/02/03/liburan-di-pangkalan-bun/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2010/02/03/liburan-di-pangkalan-bun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 00:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Hai-hai…! Akhirnya kali ini Disty nulis lagi. Dari judulnya mungkin Anda sudah dapat menebak kalau isinya ini tidak jauh dari makanan. Maklumlah, walau dikatakan oleh teman-teman Saya ini ramping tetapi sebenarnya kan salah satu wisata yang Saya gemari adalah wisata kuliner. Kalau ada yang membaca status di FB Saya beberapa waktu yang lalu dan menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=66&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai-hai…! Akhirnya kali ini Disty nulis lagi. Dari judulnya mungkin Anda sudah dapat menebak kalau isinya ini tidak jauh dari makanan. Maklumlah, walau dikatakan oleh teman-teman Saya ini ramping tetapi sebenarnya kan salah satu wisata yang Saya gemari adalah wisata kuliner. Kalau ada yang membaca status di FB Saya beberapa waktu yang lalu dan menjadi satu-satunya mengenai liburan di Pangkalan Bun ini, Anda juga sudah dapat menebak kalau Saya tidak berwisata kemana-mana selain menikmati suasana rumah dan kota Pangkalan Bun.<span id="more-66"></span></p>
<p>Saya ke Pangkalan Bun dari Banjarbaru pada hari Jumat, 22 Januari 2010 pukul 04.00 WITA. Perjalanan lewat darat ke sana menggunakan mobil pribadi memakan waktu kurang-lebih 15 jam, sudah termasuk singgah sholat, makan, istirahat, dan mengisi BBM. Waktu itu Kami sampai di rumah pukul 17.00 WIB, yang berarti menempuh waktu 14 jam.</p>
<p>Langsung Saya lepas rindu ke Mama dan berbincang sebentar. Tidak lama kemudian Abah datang dari kantor membawakan pukis. Saya langsung menghabiskannya 2 buah (kelaparan ya???). Hahaha&#8230;, sebenarnya bukan kelaparan tetapi lebih ke menghargai oleh-oleh yang dibawakan dan tentu saja karena rasanya yang sangat lebih enak daripada pukis di belakang rumah di Banjarbaru ini (emang masih ada???) hehehe&#8230;</p>
<p>Hari Sabtunya pagi-pagi sudah digorengkan Mama gaguduh tiwadak. Gaguduh ini sangat istimewa karena resepnya istimewa. Pakai susu kental manis biar semakin renyah, dan pakai mentega biar tidak terlalu menyerap minyak goreng. Agak siang hari, Saya dan Kembaran ke rumah guru SMP dan guru les juga yang kami panggil Om (bukan Bapak, hehehe&#8230;).</p>
<p>Minggunya Mama membuatkan roti boy mocca. Resep roti boy ini Mama dapatkan dari kursus singkat sebuah produk alat rumah tangga. Rotinya yang sudah manis dan gurih diisi dengan keju yang gurih kemudian rotinya diberi topping mocca-kopi yang meleleh ketika kue dipanggang (hmm enak&#8230;) membuat aroma roti yang harum keluar menusuk indra penghidu kita. Lalu malamnya Mama membuatkan ayam masak kecap istimewa. Masakan ini istimewa dengan menggunakan saos tiram dan kecap manis yang membuat rasa makanan nendang.</p>
<p>Senin adalah hari memulai jalan-jalan. Walaupun Mama sedang puasa, Kami tetap minta dimasakkan cumi asam manis. Pagi-pagi Disda sudah ke pasar untuk membeli cumi-cumi dilanjutkan dengan membersihkan dan memotong-motongnya di rumah. Mama ke kantor dulu tetapi Mama sudah janji mengajak Saya ke mini market yang alat kecantikannya cukup lengkap karena muka Saya ini walaupun masih usia belasan tetapi memiliki masalah kulit kering. Siangan dikit Kami ke kantor Mama lalu segera ke mini market sekalian menjemput adik bungsu pulang sekolah. Sore hari Mama sudah menyiapkan makanan berbuka yang salah satunya tentu saja cumi asam manis. Di masakan ini Saya baru tahu kalau ada yang namanya saos asam manis itu hahaha&#8230;</p>
<p>Selasa makin asyik dengan jalan-jalan. Mandi agak siang, lalu janjian dengan Mama ke toko langganan untuk membordir kerudung yang polos-polos jam setengah 12. 15 menit setelah itu langsung ke SMPN 1 Arut Selatan untuk ketemu guru-guru dan makan di kantin sekolah sekalian makan pentol paman (jadi terharu juga waktu paman pentolnya bilang kalo yang rutin ngunjungin sekolah itu kami hehehe). Ya Alhamdulillah masih rutin ngunjungin karena masih ada adik yang sekolah disitu dan semoga saja nanti-nanti juga masih mau rutin ngunjungin. Takutnya sih seperti ke SD, waktu adik masih sekolah disitu ya dikunjungi juga SD nya, kalo kemarin sih ada keinginan tapi nggak dilaksanakan hahaha. Habis dari SMP lalu jemput adik bungsu pulang sekolah.</p>
<p>Hari Rabu santai lagi di rumah bahkan yang jemput adik bungsu pun kakak sepupu. Rencananya sih sore habis Mama pulang sholawatan mau bikin lupis kuah durian. Tetapi ternyata Mama tidak jadi sholawatan, jadinya bikin lupis tetap sore tapi setelah Mama tidur siang dulu. Kalau Saya entah mengapa jarang sekali tidur siang. Sore harinya Kami ikut bantu Mama bikin lupis. Istimewanya lupis ini pakai daun pisang yang dipetik dari pekarangan belakang rumah sendiri, lalu kalau Mama bikin kuahnya itu juga kental dan legit sekali, pokoknya sangat enak deh.</p>
<div id="attachment_69" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0131.jpg"><img class="size-medium wp-image-69" title="Lupis Kuah Durian" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0131.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Lupis Kuah Durian" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Lupis Kuah Durian</p></div>
<p>Kamis pagi sarapan lupis dulu baru sarapan nasi. Mama lagi pegal-pegal jadi tidak ke kantor. Jadinya di rumah lagi deh. Tapi siangnya bikin-bikin makanan lagi. Setelah menjemput adik bungsu pulang sekolah, Kami sekalian membeli tahu telor dekat sekolahnya. Di rumah kali ini yang dibuat adalah donat kentang. Kan donat itu adonanya setelah dibentuk di loyang harus didiamkan dulu sampai mengembang, jadi ya ditinggal sholat Ashar dulu baru digoreng setelah Ashar. Selama ditinggalkan di dapur itu ternyata ada satu adonan donat itu yang dimakan Meimei, kucing betina korengan saudaranya Cemot si jantan. Padahal Meimei itu pendiam. Donat buatan Mama ini juga sangat istimewa karena besar dan mentega untuk menghias donat itu rasanya manis.  Jam 4 sore Kami ngambil rok dan celana yang dikecilkan pinggangnya di penjahit langganan. Maklumlah itu kan rok Mama dulu waktu masih langsing. Sampai ke penjahitnya ternyata belum 1 jam lagi baru selesai katanya. Jadilah kami jalan-jalan dulu mengelilingi kota sekalian beli kelapa parut dan cemilan kue bikang hangat. Sampai di rumah, Mama lagi menyiapkan makanan untuk Mama berbuka puasa yaitu kangkung masak tauco dan tahu-tempe-kalui penyet. Mama memang sedang kangen makan kangkung karena biasanya beli kangkungnya buat Ben dan Bella, sepasang marmut yang lucu. Kamis malam Mama membuatkan pais pisang dan pais waluh untuk bekal Kami selain amplang khas Pangkalan Bun karena esok paginya pulang lagi ke Banjarbaru. Pais buatan Mama ini juga beda dari bikinan orang karena rasanya yang lemak-manis itu sangat terasa sekali.</p>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_71" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0141.jpg"><img class="size-medium wp-image-71" title="Pais Waluh" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0141.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pais Waluh" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pais Waluh</p></div>
</div>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_72" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a017.jpg"><img class="size-medium wp-image-72" title="Pais Waluh" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a017.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pais Waluh" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pais Waluh</p></div>
</div>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_73" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a011.jpg"><img class="size-medium wp-image-73" title="Amplang Ikan Tenggiri" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a011.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Amplang Ikan Tenggiri" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Amplang Ikan Tenggiri</p></div>
</div>
<p>Jumat pagi Kami sarapan nasi kuning yang khusus dibelikan Abah pagi-pagi. Pukul 08.00 WIB Kami berangkat menuju Banjarbaru bersama kakak sepupu yang nyupirin mobil dan adik sepupu yang nemanin kami di Banjarbaru. Sampai di Banjarbaru jam 11-an. Besok paginya langsung beraktivitas lagi&#8230;</p>
<p>Sebenarnya masih ada makanan istimewa lainnya yang dibuatkan oleh Mama. Seperti tapai baras yang manis dan legit, kalui masak tauco, sambal bikinan Mama juga istimewa karena khas sekali, ada iwak karing masak asam, lalu ada kalui asam-manis, juga oseng tahu-tempe, lalu oseng pare yang tidak pahit sama sekali, dan oseng buncis yang lezat. Disda juga ada masak cumi-kentang-tahu-tempe goreng tepung, mie kuah cumi, dan nasi goreng cumi-iwak karing. Kalau Disty ??? Ya makan-makan&#8230;.</p>
<p>Kiranya ini dulu yang bisa diceritakan, maaf kalau ada salah kata, dan ditunggu comment-nya ya&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://tyty99.wordpress.com/category/jalan-jalan/'>Jalan-Jalan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=66&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2010/02/03/liburan-di-pangkalan-bun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0131.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Lupis Kuah Durian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a0141.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pais Waluh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a017.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pais Waluh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2010/02/cin7a011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Amplang Ikan Tenggiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bingka Barandam</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/09/06/bingka-barandam/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/09/06/bingka-barandam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 10:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Hai hai..hmm,, akhirnya Disty nulis lagi nih hehe… Maklumlah rasa bosan terlalu sulit untuk ditepis. Akhirnya setelah dipikir lagi, baiknya Saya cerita tentang liburan akhir tahun ajaran yang cukup lama itu saja ya.. Liburan ini dimulai sekitar 6 Juli 2009 sampai 31 Agustus 2009 yang lalu. Liburan yang telah lalu itu bisa dikatakan liburan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=57&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hai hai..hmm,, akhirnya Disty nulis lagi nih hehe… Maklumlah rasa bosan terlalu sulit untuk ditepis. Akhirnya setelah dipikir lagi, baiknya Saya cerita tentang liburan akhir tahun ajaran yang cukup lama itu saja ya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Liburan ini dimulai sekitar 6 Juli 2009 sampai 31 Agustus 2009 yang lalu. Liburan yang telah lalu itu bisa dikatakan liburan dengan tema “kunjungi dokter” bagi Saya. Mengapa ?<span id="more-57"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Permulaan liburan tepatnya 10 Juli 2009 Saya dan Mama berangkat menuju Jakarta untuk terapi mata Saya. Sore itu pula Saya diharuskan MRI yang hasilnya diambil keesokan harinya. Setelah dikonsultasikan, Saya menjalani serangkaian tes kelayakan operasi lusanya sekaligus rawat inap satu malam untuk menjalani operasi esok harinya. Kemudian hari Rabu nya mata Saya diperiksa kembali dan akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah siang harinya dengan berbagai obat dan diminta control ulang seminggu kemudian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kurang lebih lima hari kemudian, tepatnya 20 Juli 2009 Kami (Saya dan Mama) minta dibookingkan tiket untuk kembali ke Banjarmasin pada pagi hari Kamis 23 Juli 2009. Setelah di cek harganya yang tinggi, maka pada hari Selasanya mendadak Mama mau kepulangan Kami dipercepat saja pada malam hari Rabu, 22 Juli 2009 (untuk menghemat) setelah kontrol mata Saya selesai. Karena keinginan itu, akhirnya tiket hari Kamis dibatalkan dan Kami masuk daftar cadangan untuk keberangkatan Rabu malam itu. Setelah ditunggu kepastiannya, ternyata Kami tidak mendapatkan tiket untuk Rabu malam dan akhirnya ditetapkan kepulangan Kami ke Banjarmasin pada pagi Jumat, 24 Juli 2009.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Malamnya Saya langsung kontrol lagi ke dokter mata Saya yang di Banjarbaru dan diminta kontrol lagi setiap minggunya. Kemudian pada Jumat, 7 Agustus 2009 Saya kembali ke dokter. Tetapi kali ini Saya ke dokter gigi Saya yang ada di Banjarmasin untuk membersihkan karang gigi. Pembersihan ini dilakukan dua hari berturut-turut. Sesuai anjuran dokter, kemudian Saya dirontgent gigi untuk kemudian dilakukan cabut gigi bungsu yang kebetulan baru tumbuh dua buah dan keduanya ada di sisi kanan. Hari Senin Saya kembali ke dokter gigi dan karena masih ada radangnya, maka pencabutan gigi itu akan diusahakan esok harinya setelah ada perjanjian. Tetapi karena suatu hal, Saya membatalkan pencabutan gigi itu sampai sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Setelah itu sambil menunggu kembaran Saya menyelesaikan SP nya, Kami berencana pulang ke tempat Kami dibesarkan yaitu di Pangkalan Bun untuk melepas rindu ya rindu ortu juga rindu rumah, dan tidak ketinggalan pasti rindu masakan Mama yang selalu enak disantap. Hari Kamis, 27 Agustus 2009 sore hari setelah Saya kontrol mata (lagi), Kami (Saya, kembaran Saya, tiga orang kakak sepupu, serta satu keponakan) meluncur (??) ke Pangkalan Bun dari Banjarbaru menggunakan mobil pribadi tepat pukul 17.30 WITA. Kami berbuka puasa di Anjir dengan menyantap nasi sop, serta dua kakak sepupu makan pais patin di warung pinggir jalan. Berikutnya kami sahur di warung pinggir jalan di desa Sei Babi dengan menyantap nasi campur pedas berlauk ayam goreng, dan tentunya Saya dan kembaran Saya tidak habis memakannya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai ke tujuan pada pukul 07.00 WIB. Ahh,, akhirnya sampai juga setelah sekitar 15 jam (14,5 jam) di perjalanan yang melelahkan. Bagi Saya yang kurang dapat tidur selama perjalanan dengan naik kendaraan apapun, sampai ke rumah berarti waktunya pembalasan untuk tidur………</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Maghrib nya kami berbuka puasa yang istimewa, yaitu rawon sapi dan kuenya yang sangat-sangat istimewa yaitu bingka barandam, semuanya special bikinan Mama. Mengapa dikatakan spesial (terutama bingka barandamnya) ? Tidak lain karena selama kami merantau ke Kalsel, tidak ada bingka barandam yang kami cari. Baik di Banjarmasin maupun Banjarbaru yang dikatakan bingka barandam itu malah yang kalau di keluarga kami mengatakannya “apam barahim”. Yaitu roti telur dengan kuah gula kuning yang semakin segar bila disantap setelah dikulkaskan sebentar. Sedangkan bingka barandam special Mama itu adalah bingka telur dan pandan (sehingga berwarna hijau) yang juga berkuah gula kuning dengan taburan/isi kuahya adalah daun pandan iris (seperti yang dijadikan sebagai bunga rampai tetapi dengan irisan lebih tebal/besar agar tidak termakan) yang fungsi utamanya adalah sebagai pemberi aroma pada kuah bingka barandam itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<div id="attachment_61" class="wp-caption aligncenter" style="width: 347px"><img class="size-full wp-image-61" title="Bingka Barandam" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/09/bingka-barandam1.jpg?w=470" alt="Bingka Barandam"   /><p class="wp-caption-text">Bingka Barandam</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keesokan harinya, kami kembali berbuka dengan sajian istimewa yaitu gangan asam kepala baung beserta telur ikannya. Kemudian malamnya setelah tarawih kami juga makan cemilan gaguduh tiwadak yang tentunya juga spesial karena adonan tepungnya diberi susu. Disambung dengan ngerujak (mamancok) dengan sambal kacang gula merah yang juga spesial. Keesokannya lagi Kami berbuka dengan nasi bumbu presto, haruan babanam, gangan karuh, dan kuenya bingka durian gula merah. Besoknya lagi yaitu Senin,31 Agustus 2009 kami sahur gangan karuh, haruan basanga, dan iwak karing basanga dengan cacapan asam yang luar biasa nikmatnya. Siang harinya kami pulang menuju Banjarbaru selepas sholat Zuhur. Kami membawa banyak bekal, mulai dari pisang hasil kabun, wadai gambung setoples dengan setrupnya, haruan sanga angkal setoples dengan sambal pedas goreng berterung asam yang juga setoples, iwak karing nang ganal, tiwadak, bingka durian gula merah, dan tak ketinggalan rabuk haruan. Selasa, 1 September 2009 pukul 03.30 WITA dini hari kami sampai dan segera sahur di rumah Banjarbaru. Kemudian tidur sebentar dan beraktivitas seperti biasa untuk bersiap kuliah pukul 08.00 WITA pagi harinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hmm..,, melelahkan namun tetap tak terlupakan nikmatnya hehehe.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.85pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kiranya ini dulu yang dapat Saya ceritakan, mohon maaf bila ada kesalahan. Kritik dan saran yang membangun sangat Saya terima. Terima kasih.</span></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:700px;width:1px;height:1px;"><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></div>
<br />Posted in Jalan-Jalan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=57&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/09/06/bingka-barandam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/09/bingka-barandam1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bingka Barandam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Pemersatu Bangsa</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/bahasa-pemersatu-bangsa/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/bahasa-pemersatu-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 03:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Anda pikirkan saat membaca judul di atas ?  Mungkin Anda akan berpikir, ”Kok Disty memilih judul itu ya ?” ”Apa Dia mau menjadi Guru?” Atau mungkin menjadi pejuang kesiangan. Sebenarnya judul itu terpikir oleh Saya ketika melihat dan membaca Facebook milik saudara Saya, serta banyak lagi tulisan-tulisan dari blog maupun artikel yang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=49&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang Anda pikirkan saat membaca judul di atas ?  Mungkin Anda akan berpikir, ”Kok Disty memilih judul itu ya ?” ”Apa Dia mau menjadi Guru?” Atau mungkin menjadi pejuang kesiangan.</p>
<p>Sebenarnya judul itu terpikir oleh Saya ketika melihat dan membaca Facebook milik saudara Saya, serta banyak lagi tulisan-tulisan dari blog maupun artikel yang ada di internet. Bahasa-bahasa ”gaul” yang sekarang banyak digunakan Saya rasa mulai mengikis bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia. Memang sebagai negara yang dihuni oleh berbagai macam suku, bahasa yang beragam tidak terelakkan. Pun sebagai negara berkembang, negara kita memang menyerap kemudian menyaring kebudayan dari luar sehingga cocok untuk diterapkan di negara kita. Hal-hal yang disaring itu dapat berupa apa saja, terutama budaya dan tentunya bahasa. Banyak orang sekarang berbicara menggunakan bahasa yang dicampur-campur antara dalam dan luar negeri, ataupun memelesetkan bahasa sehingga menjadi enak, lucu, atau bahkan aneh didengar. Namun parahnya, bila ada orang lain yang tidak mengerti bahasa tersebut, maka bersiaplah orang itu diperolok dengan kata kampungan, cupu, nggak gaul, walaupun ada saja orang yang mengajarkan bahasa ”gaul” itu tanpa memperolok orang lain.<span id="more-49"></span></p>
<p>Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa adalah salah satu isi dari teks sumpah pemuda. Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 &#8211; 28 Oktober 1928. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong.</p>
<p align="center">SOEMPAH PEMOEDA<br />
<strong>Pertama :</strong><br />
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA</p>
<p align="center"><strong>Kedua :</strong><br />
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA</p>
<p align="center"><strong>Ketiga :</strong><br />
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">Djakarta, 28 Oktober 1928</p>
<p align="center">
<p>Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :</p>
<p>Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)</p>
<p>Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)</p>
<p>Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)</p>
<p>Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)</p>
<p>Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)</p>
<p>Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)</p>
<p>Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)</p>
<p>Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)</p>
<p>Pembantu V : Rochjani Soe&#8217;oed (Pemoeda Kaoem Betawi)</p>
<p>Peserta :</p>
<ol>
<li>Abdul Muthalib Sangadji</li>
<li>Purnama Wulan</li>
<li>Abdul Rachman</li>
<li>Raden Soeharto</li>
<li>Abu Hanifah</li>
<li>Raden Soekamso</li>
<li>Adnan Kapau Gani</li>
<li>Ramelan</li>
<li>Amir (Dienaren van Indie)</li>
<li>Saerun (Keng Po)</li>
<li>Anta Permana</li>
<li>Sahardjo</li>
<li>Anwari</li>
<li>Sarbini</li>
<li>Arnold Manonutu</li>
<li>Sarmidi Mangunsarkoro</li>
<li>Assaat</li>
<li>Sartono</li>
<li>Bahder Djohan</li>
<li>S.M. Kartosoewirjo</li>
<li>Dali</li>
<li>Setiawan</li>
<li>Darsa</li>
<li>Sigit (Indonesische Studieclub)</li>
<li>Dien Pantouw</li>
<li>Siti Sundari</li>
<li>Djuanda</li>
<li>Sjahpuddin Latif</li>
<li>Dr.Pijper</li>
<li>Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)</li>
<li>Emma Puradiredja</li>
<li>Soejono Djoenoed Poeponegoro</li>
<li>Halim</li>
<li>R.M. Djoko Marsaid</li>
<li>Hamami</li>
<li>Soekamto</li>
<li>Jo Tumbuhan</li>
<li>Soekmono</li>
<li>Joesoepadi</li>
<li>Soekowati (Volksraad)</li>
<li>Jos Masdani</li>
<li>Soemanang</li>
<li>Kadir</li>
<li>Soemarto</li>
<li>Karto Menggolo</li>
<li>Soenario (PAPI &amp; INPO)</li>
<li>Kasman Singodimedjo</li>
<li>Soerjadi</li>
<li>Koentjoro Poerbopranoto</li>
<li>Soewadji Prawirohardjo</li>
<li>Martakusuma</li>
<li>Soewirjo</li>
<li>Masmoen Rasid</li>
<li>Soeworo</li>
<li>Mohammad Ali Hanafiah</li>
<li>Suhara</li>
<li>Mohammad Nazif</li>
<li>Sujono (Volksraad)</li>
<li>Mohammad Roem</li>
<li>Sulaeman</li>
<li>Mohammad Tabrani</li>
<li>Suwarni</li>
<li>Mohammad Tamzil</li>
<li>Tjahija</li>
<li>Muhidin (Pasundan)</li>
<li>Van der Plaas (Pemerintah Belanda)</li>
<li>Mukarno</li>
<li>Wilopo</li>
<li>Muwardi</li>
<li>Wage Rudolf Soepratman</li>
<li>Nona Tumbel</li>
</ol>
<p>Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu&#8221;Indonesia Raya&#8221; gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang yaitu :</p>
<p>a. Kwee Thiam Hong</p>
<p>b. Oey Kay Siang</p>
<p>c. John Lauw Tjoan Hok</p>
<p>d. Tjio Djien kwie</p>
<p>Boleh-boleh saja kita mengetahui bahasa “gaul”, tetapi hendaknya juga dengan kesadaran tinggi bahwa kita memiliki bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Jangan sampai anak-anak yang baru bisa berbicara hanya tahu bahasa-bahasa “gaul” itu. Bahasa daerah sebagai bahasa ibu suku masing-masing juga sebenarnya penting dipelajari atau diajarkan karena itulah cirri khas dan juga kekayaan bangsa kita. Sebanarnya hati Saya juga cukup tergelitik(baca: miris) saat membaca di koran bahwa Miss Kalimantan Selatan pada pemilihan Miss Indonesia beberapa waktu yang lalu bukan puteri daerah asli Kalimantan Selatan dan tidak fasih berbahasa Banjar yang merupakan bahasa ibu Kalimantan Selatan. Kemudian bahasa asing juga penting diketahui karena itu adalah bagian dari pembelajaran dan ilmu itu sangat penting saat kita berbicara di kancah internasional. Saya pun mengakui, bahwa Saya tidak terlalu bisa berbahasa asing seperti bahasa Inggris sebagai bahasa internasional maupun bahasa asing lainnya. Tetapi untuk mengimbanginya Saya juga berusaha berbahasa Indonesia yang baik tanpa mencampurnya dengan bahasa “gaul” itu.</p>
<p>Tanpa bermaksud menggurui, Saya menghimbau kepada para pembaca untuk mencintai dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam komunikasi keseharian. Kiranya hanya ini yang dapat Saya tulis. Saya mengharapkan komentar, kritik, dan saran dari pebaca sekalian terhadap tulisan ini. Mohon maaf kepada penulis artikel (tulisan berwarna biru) karena Saya tidak mencantumkan referensi dalam tulisan ini disebabkan keterbatasan yang tidak dapat saya ceritakan disini. Terima kasih.</p>
<br />Posted in Umum  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=49&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/bahasa-pemersatu-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OSCE THT</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/osce-tht/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/osce-tht/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 03:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 02 Juni 2009 Hari yang menyenangkan menurut Saya, dimana sejak semalam rumah Saya telah dikunjungi dua teman Saya yang ingin belajar persiapan OSCE THT esok harinya. Kami bertukar pikiran mengenai bagaimana cara-cara yang benar dalam melakukan berbagai tindakan pemeriksaan. Karena Saya tuan rumah, memang Saya cukup merasa senang karena pembicaraan Saya cukup baik didengar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=47&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 02 Juni 2009</p>
<p>Hari yang menyenangkan menurut Saya, dimana sejak semalam rumah Saya telah dikunjungi dua teman Saya yang ingin belajar persiapan OSCE THT esok harinya. Kami bertukar pikiran mengenai bagaimana cara-cara yang benar dalam melakukan berbagai tindakan pemeriksaan. Karena Saya tuan rumah, memang Saya cukup merasa senang karena pembicaraan Saya cukup baik didengar. Sampai-sampai teman saya berkata, “Wah, rugi nih kalau besok nggak dapat 100”. Memang kami juga diajari oleh kelompok my twins yang telah OSCE THT siklus sebelumnya dengan penguji yang berbeda.</p>
<p>Pada hari-H nya pun karena hari itu memang OSCE terakhir KMBD II, Saya juga dibuat tersipu-sipu karena teman-teman yang duduk di dekat Saya dengan jadwal OSCE yang lain juga berkata, ”Wah Aku lebih percaya belajar dengan Disty deh daripada liat cheklist, nggak ngerti”! Saya sebagai orang yang normal namun “biasa-biasa” saja sempat merasa tersanjung juga dengan perkataan itu.<span id="more-47"></span></p>
<p>Hal itu sebelum kuliah pakar terakhir BBM II dilaksanakan. Saat mulai ada penyaji yang mempresentasikan hasil diskusinya, Saya berusaha tenang sambil sesekali memberikan komentar tentang apa yang penyaji sampaikan. Kemudian acara berlanjut pada pemaparan dan komentar dari para pakar. Kebetulan hari itu hanya dua pakar yang menjadi pembicara.</p>
<p>Akhir kuliah pakar, Saya mendapat kabar yang sedikit mengagetkan karena jadwal OSCE kelompok Saya yang seharusnya shift 2 dimajukan menjadi shift 1. Sebenarnya bukannya tidak siap, melainkan memang ada alasan tersendiri bagi Saya mengenai kekagetan karena perubahan jadwal ini (tidak dapat Saya ceritakan).</p>
<p>Langsung ke topik utama pembicaraan saja, intinya Saya tidak lulus OSCE ini dan harus remedial sesuai jadwal. Ada banyak pelajaran yang dapat Saya ambil dari kejadian ini. Pertama adalah memang Saya salah dengan tidak melakukan ibadah wajib. Sebagaimana diketahui bahwa belajar dan berdoa itu harus seimbang. Kedua, Saya kurang mempelajari bagaimana kriteria penguji dan bagaimana materi yang diajarkannya. Ketiga, Saya mungkin telah besar kepala sehingga saat Saya diminta teman-teman untuk mengajari mereka, Saya terlalu bersemangat (hal yang berlebihan itu memang tidak selalu baik). Keempat, Saya mendapatkan pasien yang memang telah Saya ketahui bahwa Ia sangat sensitif apabila ada benda-benda yang harus dimasukkan baik ke telinga, ke hidung, dan ke mulutnya. Sehingga  Ia kerap merasa tidak nyaman bahkan sakit. Kesalahan Saya adalah, sekalipun menyakiti pasien itu tidak Saya sengaja, Saya tidak meminta maaf kepada pasien. Yang Saya ingat adalah saat penguji berkata, “Jangan kasar”. Saya langsung merasa saat itu kalau tipis harapan Saya untuk lulus OSCE ini. Memang etika itu sangat-sangat diperlukan.</p>
<p>Sesudah semua anggota kelompok selesai diuji, Kami dikumpulkan kembali untuk diberikan komentar oleh penguji mengenai bagaimana melakukan pemeriksaan yang benar, dan apa saja kesalahan kami yang telah terjadi. Satu yang Saya ingat adalah saat penguji berkata, ”Mahasiswa itu banyak yang pintar, tapi saat Koas dengan dokter ”itu” tidak diluluskan karena tidak dapat menjaga etika di hadapan pasien”. Sekali lagi Saya merasa langsung down terlebih lagi saat penguji kami mengatakan bahwa ada satu dua orang yang tidak lulus OSCE THT ini. Saya mulai berpikir kalau salah satunya itu pastilah Saya. Ternyata hal itu benar-benar terjadi dan lebih parahnya lagi adalah di kartu KMBD saya tertulis komentar penguji yang berbunyi, ”Attitide ke pasien !!”. Tetapi setidaknya Saya patut berterima kasih kepada beliau, karena sekalipun Saya tidak diluluskan, setidaknya secara tersirat beliau mengatakan Saya pintar (Ya Allah ampunilah Saya karena mulai besar kepala lagi). Kalau boleh Saya meminta, Saya harap penguji saat remedial nanti adalah instruktur atau penguji ini saja lagi. Bukan bermaksud menantang, tetapi Saya pikir setidaknya Saya telah belajar kriteria maupun ilmu yang telah diajarkan kedua orang itu. Namun itu terserah saat remedial nanti.</p>
<p>Sekian curhat dari Saya. Saya kembali mengharapkan komentar, kritik, dan saran dari pembaca sekalian. Mohon maaf bila ada tulisan Saya yang kurang berkenan. Terima kasih.</p>
<br />Posted in Curhat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=47&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/07/osce-tht/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan-makan&#8230;</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/03/makan-makan/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/03/makan-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 12:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu (Saya lupa tepatnya), kami (Saya dan my twins) sedang jalan-jalan melepas lelah. Saat itu, di pinggir jalan kami melihat ada spanduk yang mempromosikan tempat makan baru di Banjarbaru. “Bakso Suki, Bakso Kocok” di depan SMA YPK Banjarbaru. Kami langsung penasaran, lalu kami segera menuju jalan yang dimaksud kemudian mencari tempat yang tertera di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=21&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu (Saya lupa tepatnya), kami (Saya dan my twins) sedang jalan-jalan melepas lelah. Saat itu, di pinggir jalan kami melihat ada spanduk yang mempromosikan tempat makan baru di Banjarbaru. “Bakso Suki, Bakso Kocok” di depan SMA YPK Banjarbaru.</p>
<div id="attachment_25" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-25" title="fLoLLiPoP015" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop015.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Judul Menu" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Judul Menu</p></div>
<p>Kami langsung penasaran, lalu kami segera menuju jalan yang dimaksud kemudian mencari tempat yang tertera di spanduk. Setelah tau tempatnya, kami langsung merencanakan untuk mencoba ke tempat makan baru itu. Setelah menelaah, menimbang, dan memutuskan, maka ditentukanlah pada hari Sabtu, 23 Mei 2009 setelah kuliah Gizi, kami akan mencicipi makanan di tempat itu.</p>
<p>Sampailah dihari dan waktu yang dinantikan&#8230; (hehehe&#8230;, maklum orang lapar&#8230;) (Haa!! Disty yang beratnya kurang itu bisa lapar ??). Kami masuk ke depot baru itu dan segera dilayani dengan baik oleh pelayannya yang menurut saya cukup ramah. Kemudian kami mulai melihat menunya dan.., ”Kok yang termurah aja sudah 9000 rupiah ?” ”Tapi dilihat dari gambarnya sih kelihatannya porsinya cukup besar” gumam Saya. Kami segera memilih menu Bakso Suki Original yang harganya 15 ribu dan bisa dibagi jadi 2 porsi serta memesan minuman teh botol 2 buah.<span id="more-21"></span></p>
<p>Dari gambarnya, kami mendapat gambaran bahwa bakso suki adalah bakso cukup komplit dengan sayur tanpa mi ataupun soun yang disajikan bersama dengan panci panasnya.</p>
<div id="attachment_22" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-22 " title="fLoLLiPoP017" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop017.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Suki" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Suki</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_39" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-39 " title="fLoLLiPoP019" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0191.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Suki Lagi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Suki Lagi</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_45" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-45" title="fLoLLiPoP018" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0183.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Suki Lainnya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Suki Lainnya</p></div>
<p>Minuman datang lebih dahulu dan tak lama kemudian disusul datangnya makanan (cukup cepat juga). Memang makanan disajikan mirip dengan gambar, tetapi menurut saya ini hanya cukup untuk seporsi bakso saja, dan bukan untuk dibagi menjadi 2 porsi. Oh, apakah Disty itu makannya memang banyak ?? Menurut Saya sih tidak.., hanya saja Saya suka ngemil. Tapi, berhubung sudah dusediakan mangkuk 2 buah (ukuran untuk makan sup asparagus) beserta pelengkap bawang merah-putih goreng serta sambalnya, mau tidak mau kami memang membaginya jadi 2 porsi (tepatnya masing-masing setengah porsi). Rasanya cukup gurih dengan isinya berupa bakso basah, 2 macam bakso goreng, sayur sawi hijau dan putih, serta tahu yang segar karena disajikan panas. Ya.., untuk rasa Saya tidak kecewa, hanya masalah porsi saja (atau mungkin harganya? hmm, entahlah). Begitu pulang ke rumah dan ditawarkan oleh sepupu Saya untuk makan, dengan senang hati saya mengiyakan dan ternyata makanannya adalah lontong dengan kuah gangan tuha (my twins langsung tidur nih, Saya makan sendiri jadinya dengan makanan 1 porsi, hehehe).</p>
<div id="attachment_26" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-26" title="fLoLLiPoP024" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop024.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Suki Sesungguhnya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Suki Sesungguhnya</p></div>
<p>Karena yang kami coba hanya bakso suki dan belum mencoba varian bakso lainnya, kami merencanakan lagi untuk makan di depot baru itu pada hari Senin, 25 Mei 2009 dengan mengajak seorang teman.</p>
<p>Hari Senin setelah kuliah yang sampai sore itu, kami berdua duluan ke depot disusul teman kami itu. Jadilah kami memesan menu yang berbeda-beda. Saya memesan bakso kocok original dengan minuman teh botol, teman kami memesan bakso suki mix dengan minuman es air putih (katanya sih lagi ngirit..), yang terakhir adalah pesanan my twins yang sedikit kami paksa untuk memesan bakso teratai dengan minuman es limus (awalnya my twins protes karena bakso teratai ini pakai nasi dan tidak berkuah seperti bakso biasanya).</p>
<p>Dari gambar, bakso kocok itu tampilannya cantik seperti bakso biasanya dengan isi yang komplit dan ada mi kuningnya. Sedangkan bakso teratai adalah bakso daging sapi yang sudah dipotong-potong dan diberi saus khusus yang diletakkan di atas pangsit goreng lebar dilengkapi dengan nasi.</p>
<p> </p>
<div id="attachment_29" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-29 " title="fLoLLiPoP016" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0162.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Kocok" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Kocok</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_41" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-41" title="fLoLLiPoP022" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0221.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Teratai (kiri)" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Teratai (kiri)</p></div>
<p>Setelah pesanan datang, kali ini Saya agak kecewa lagi karena tampilannya tidak secantik gambarnya dan isinya persis dengan bakso suki ditambah mi dan potongan tomat, tetapi Saya suka dengan rasa kuahnya yang segar dengan warna kemerahan dan agak pedas. Kalau bakso teratai pesanan my twins saya lihat mirip saja dengan gambarnya, dan setelah Saya coba, Saya suka sausnya yang manis.</p>
<div id="attachment_31" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-31 " title="fLoLLiPoP025" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop025.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Kocok Sesungguhnya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Kocok Sesungguhnya</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_42" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-42" title="fLoLLiPoP026" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0261.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Teratai Sesungguhnya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Teratai Sesungguhnya</p></div>
<p>Dari pengalaman makan-makan ini, kami hanya belum mencoba bakso campur yang gambarnya terpajang besar dengan 3 jenis bakso yang telah kami coba. Selain itu, kami juga belum mencoba varian bakso lainnya yang masih banyak di daftar menu.  Kemudian dengan mengutip kata-kata ”dont judge a book from its cover”, Saya rasa Saya memang telah menilai makanan apa yang akan Saya pilih hanya dari tampilan gambarnya dan akhirnya ada kekecawaan-kekecewaan yang muncul dari diri Saya, maka dari itu, saya sarankan ikutilah pepatah yang telah Saya kutip itu.</p>
<div id="attachment_33" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-33 " title="fLoLLiPoP021" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop021.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Varian Bakso Lainnya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Varian Bakso Lainnya</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-43" title="fLoLLiPoP029" src="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0291.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Makanan Pelengkap" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Makanan Pelengkap</p></div>
<p> Mohon maaf pada pihak depot karena Saya tidak minta izin memotret. Foto diambil menggunakan kamera 3,2 MP dari handphone Nokia E71 warna abu-abu milik teman saya. Saya rasa hanya ini yang dapat Saya ceritakan dalam tulisan ini, seperti tulisan sebelumnya, Saya sangat mengharapkan komentar, kritik, dan saran terhadap tulisan ini dari pembaca sekalian. Terima kasih..</p>
<br />Posted in Jalan-Jalan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=21&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/06/03/makan-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop015.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP015</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop017.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP017</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0191.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP019</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0183.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP018</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop024.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP024</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0162.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP016</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0221.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP022</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop025.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP025</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0261.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop021.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP021</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyty99.files.wordpress.com/2009/06/flollipop0291.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fLoLLiPoP029</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jarum Suntik</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/25/jarum-suntik/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/25/jarum-suntik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 15:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Melihat banyaknya kunjungan pada tulisan ini terutama sebagai hasil dari mesin pencari, Saya menghimbau kepada pembaca yang budiman agar tidak menggunakan alamat blog ini sebagai sitasi atau referensi. Sebaiknya tetaplah mengunjungi situs yang saya kutip isinya untuk tulisan ini. Hal ini demi menghormati sesama penulis. Menjadi panitia inti suatu acara tentunya sangat diharapkan bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=10&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat banyaknya kunjungan pada tulisan ini terutama sebagai hasil dari mesin pencari, Saya menghimbau kepada pembaca yang budiman agar tidak menggunakan alamat blog ini sebagai sitasi atau referensi. Sebaiknya tetaplah mengunjungi situs yang saya kutip isinya untuk tulisan ini. Hal ini demi menghormati sesama penulis.</p>
<p>Menjadi panitia inti suatu acara tentunya sangat diharapkan bagi yang memang menginginkan dan kurang diharapkan bagi yang tidak menginginkannya. Saya termasuk yang baru-baru ini, tepatnya hari Minggu tanggal 24 Mei 2009 yang lalu dalam sebuah seminar yang &#8220;sedang&#8221; (baca: tidak terlalu besar tetapi di luar aula/lingkungan kampus) menjadi panitia inti seminar tersebut. Memang dari awal pembentukan panitia, sayalah yang menawarkan diri menjadi bendahara seminar dan Alhamdulillah disetujui, karena setelah saya ingat-ingat memang seringnya saya hanya menjadi anggota &#8220;seksi&#8221; tertentu saja dalam setiap acara.</p>
<p>Sebagai bendahara yang baik, saya memang berusaha agar dapat menjaga kepercayaan panitia lain terutama seksi dana usaha untuk menyimpan uang dengan baik dan benar. Alhamdulillah tanpa dipaksa saya memang berusaha terus menjaga uang yang telah dititipkan kepada saya. Bila saya pergi walaupun sebentar, saya selalu menyimpan titipan itu rapat-rapat dan &#8220;kunci&#8221; nya selalu saya bawa. Memang seperti itulah sifat saya, &#8221;susah percaya dengan orang lain&#8221; walau dengan orang rumah sekalipun.</p>
<p>Malam sebelum hari H acara, setelah pemasukan dan pengeluaran uang telah cukup dibereskan, saya kembali menghitung uang yang ada pada saya di ruang bagian depan rumah saya. Secara tiba-tiba, niniacil dan suaminya datang bersama anak terkecil mereka. Dengan mendekat (saya langsung merapikan dan menyimpan uang) niacil berkata, &#8220;Ty, adalah suntikan bakas, kami handak minta ?&#8221; Saya diam sebentar, terus terang saya kaget mendengar pertanyaan yang menurut saya &#8220;aneh&#8221; itu. Dengan hati-hati saya menjawab, &#8220;Kededa, kan suntikan bekas tu harus dibuang lalu dihancurkan biar kada bahaya.&#8221; Kemudian niacil berkata lagi, &#8220;Ih.., bujur pang tapi kaluai ikam ada baisian, kami handak gasan manyudut banyu haja.&#8221; Saya diam. &#8220;Kaluai jua ikam ada nang hanyar nyaman kami umpat manukar&#8221;. Saya tetap diam sambil berpikir buat apa saya menimpan suntikan, kan nanti mungkin aja bisa disalahgunakan. Lalu saya menjawab, &#8220;Kededa jua.&#8221; Kemudian kai yang diam sedari tadi sambil memeriksa keadaan sekitar lalu berkata, &#8220;Ni napa ti, bakas apa ini ?&#8221; (sambil memegang spuit bekas tinta). Saya tetap diam sambil berpikir oh mungkin ini kai sudah sering liat kalau tinta printer itu pakai suntikan dan jujur saya cukup kesal jadinya karena ternyata suntikan bekas itu maksudnya bekas tinta (maklum sudah malam jadinya lola, hehe). Lalu kai bilang, &#8220;Ini boleh aja kalu diminta, kada tapakai jua kalu lagi, bakas tintah jua kalu?&#8221; Saya langsung refleks menjawab, &#8220;Iya&#8221; (simpel, bukan..). Huhhh, dan akhirnya mereka berpamitan juga&#8230; (jahatkah saya???).</p>
<p>Mengenai pemrosesan spuit bekas pakai, saya jadi ingat kalau kurang lebih tiga minggu sebelum malam kejadian itu saya telah mempelajarinya dalam skill lab di kampus. Caranya, setelah digunakan spuit segera diletakkan ke tempat khusus alat bekas pakai. Setelah itu, sedotlah larutan klorin 0,5% ke dalam spuit sampai penuh dan rendamlah spuit tersebut di dalam larutan klorin 0,5% itu selama 10 menit. Kemudian, buang kembali larutan klorin dalam spuit tersebut lalu pindahkan spuit itu ke baskom yang berisi larutan deterjen sambil melepaskan jarum dari semprit spuit. Lalu di dalam larutan deterjen itu pangkal jarum dan semprit dibersihkan dengan cara menyikatnya dengan sikat yang dikhususkan. Kemudian pindahkan spuit ke dalam air bilasan yang dalam hal ini berupa air bersih sambil melakukan spool sekurang-kurangnya 2 kali (menyedot dan mengeluarkan air bersih sedikitnya 2 kali). Kemudaian, pasang penutup jarum kembali, dan segera buang spuit ke tempat khusus pembuangannya untuk kemudian diproses lebih lanjut. Di bawah ini beberapa informasi lain yang saya dapatkan.<span id="more-10"></span></p>
<p><strong>Mengenal “Haryadi (Penemu Alat Penghancur Jarum Suntik Bekas)”.</strong></p>
<p>Mengatasi limbah jarum suntik bekas yang selama ini hanya dikubur atau dimasukkan ke insinerator (penghancur sampah), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkenalkan alat pelebur jarum suntik bekas, Syringe Shredder SS-500. Alat tersebut mampu meleburkan bahan stainless steel jarum suntik yang bertitik lebur 1.200 derajat Celcius menjadi serbuk. </p>
<p>Peneliti LIPI dari Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Instrumentasi Ir Haryadi MT menjelaskan, cara penguburan jarum suntik bekas atau penggunaan insenerator tidak efektif, karena insenerator tidak mampu mencapai titik lebur jarum suntik.</p>
<p>“Pengoperasian insinerator juga memerlukan tempat khusus dan energi yang besar, sementara temuan LIPI tersebut merupakan alat yang portable dan digerakkan dengan tenaga motor listrik berdaya 100 Watt,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/11/2006). Sedangkan upaya penguburan sampah bekas jarum suntik akan membuat masyarakat tidak aman dari kemungkinan kecelakaan akibat tusukan jarum suntik bekas itu.</p>
<p>Haryadi menjelaskan, alat penghancur jarum suntik itu memanfaatkan panas yang tinggi yang ditimbulkan akibat gesekan pada saat proses penghancuran secara mekanis sehingga menghasilkan serbuk yang sudah steril.</p>
<p>“Peranti itu juga dirancang untuk mampu menghancurkan jarum suntik menjadi serbuk berukuran 0,005 mikron hanya dalam waktu 10 detik, sedangkan botol penampungnya mampu menampung minimal 300 jarum suntik serbuk,” tuturnya.</p>
<p>Alat berdimensi 250×120x200mm dengan bahan aluminium cor, hard nylon dan stainless steel yang praktis tersebut telah terdaftar dengan nomor paten S0020050055. Saat ini jarum suntik hanya digunakan praktisi medis sekali pakai sebagai pengganti jarum suntik tabung gelas.</p>
<p>Ini untuk mencegah resiko penyebaran virus melalui jarum suntik dari satu pasien ke pasien lain. Namun penggunaan jarum suntik sekali pakai membuat limbah jarum suntik semakin menggunung sehingga memerlukan suatu alat yang betul-betul mampu memusnahkannya, dan yang tak kalah penting harganya relatif terjangkau.</p>
<p> </p>
<p><strong> <img src="//www.inovasi.lipi.go.id/baru/components/com_product/images/PenghancurJarumSuntik.jpg" alt="" /></strong></p>
<p><strong>Deskripsi</strong></p>
<p>Untuk menjawab solusi limbah jarum suntik sekali pakai, yang biasa dipakai oleh praktisi medis yang bertugas pada instansi pemerintah, swasta maupun praktek individu. Dengan alat ini penyebaran virus, penumpukan limbah jarum suntik yang semakin hari semakin bertambah, dapat dicegah dengan cara dihancurkan menjadi serbuk dalam waktu 10 detik setiap buah jarum suntik, dengan memasukkan jarum pada lubang pelurus. Proses penghancuran jarum dan mematikan virus dengan memanfaatkan panas yang tinggi, yang ditimbulkan akibat gesekan pada saat proses mekanis, sehingga menghasilkan serbuk yang bebas dari virus.</p>
<p><strong>Kegunaan</strong></p>
<p>Untuk menghancurkan jarum suntik bekas pakai.</p>
<p><strong>Keuntungan teknis/ekonomis</strong></p>
<p>• Alat ini memanfaatkan panas yang tinggi akibat gesekan pada prosesnya sehingga menghasilkan serbuk halus yang steril;<br />
• Aman, cepat dengan konsumsi energi listrik yang cukup kecil<br />
• Mudah dioperasikan</p>
<p><strong>Status Teknologi</strong></p>
<p>Prototipe<strong> </strong></p>
<p><strong>Alih Teknologi</strong></p>
<p>Kerjasama , Kontrak, Jual<strong> </strong></p>
<p><strong>Aplikasi Industri</strong></p>
<p>Industri &amp; Praktisi Medis</p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Incinerator Medis Alat Pengolahan Sampah Klinik/Puskesmas/Rumah Sakit</strong></p>
<p>Dewasa ini limbah merupakan masalah yang cukup  serius, terutama dikota-kota besar. Sehingga banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, swasta maupun secara swadaya oleh masyarakat untuk menanggulanginya, dengan cara mengurangi, mendaur ulang maupun memusnahkannya. Namun semua itu hanya bisa dilakukan bagi limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga saja. <em>Lain halnya dengan limbah yang di hasilkan dari upaya medis </em>seperti Puskesmas, Poliklinik, dan Rumah Sakit. <em> </em>Karena jenis limbah yang dihasilkan termasuk dalam kategori <strong><em>biohazard  </em></strong>yaitu jenis limbah yang sangat membahayakan lingkungan, dimana disana banyak terdapat buangan virus, bakteri maupun zat zat yang membahayakan lainnya, sehingga harus dimusnahkan dengan jalan dibakar dalam suhu diatas 800 derajat celcius</p>
<p>Oleh karena itu penangannannya pun haruslah memakai alat khusus yang memiliki kriteria kriteria yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Pengurangan sampah yang efektif</li>
<li>Lokasi jauh dari area pendudAdanya sistem pemisahan sampah</li>
<li>Desain yang bagus</li>
<li>Pembakaran sampah mencapai suhu 1000 derajat</li>
<li>Emisi gas buang memenuhi standar baku mutu.</li>
<li>Perawatan yang teratur/periodik</li>
<li>Pelatihan Staf dan Manajemen</li>
</ul>
<p>Namun umumnya alat ini didatangkan dari luar negeri yang harganya mencapai milyaran rupiah, serta membutuhkan tenaga operator maupun teknisi yang terdidik dan terlatih. Namun dalam pengoperasiannya cukup memakan biaya besar karena dalam proses pemusnahan limbah membutuhkan bahan bakar dan listrik yang cukup besar secara kontinyu. Selain itu komponen alat tidak mudah didapatkan dipasaran dalam negeri. Sehingga cukup merepotkan takala terjadi kerusakan.</p>
<p><strong>SOLUSI LIMBAH MAXPELL </strong></p>
<p>Maxpell menawarkan solusi terbaik dalam menangani permasalahan limbah medis dan non medis jenis padat (kering dan basah) yang terdapat di Puskesmas, Poliklinik, dan Rumah Sakit yaitu dengan menggunakan incinerator dengan sistem pembakaran yang sempurna dengan berbagai media bahan bakar yang terus dikembangkan baik dari sisi teknologi maupun kapasitas.</p>
<p>Solusi yang ditawarkan oleh maxpell adalah untuk mengatasi limbah medis dan non medis jenis padat (kering dan basah) dengan melakukan <strong><em>pemilahan jenis limbah </em></strong>berdasarkan pemusnahannya. Dibawah ini terdapat tabel jenis limbah yang dapat ditangani oleh teknologi maxpell.</p>
<table style="width:443px;height:361px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="443">
<tbody>
<tr>
<td width="24%"><strong>KEGIATAN</strong></td>
<td width="76%"><strong>PRODUKSI LIMBAH </strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Perawatan</td>
<td>Alat suntik , tabung infus , kasa, kateter, sarung tangan, masker , bungkus/botol obat, dlsb</td>
</tr>
<tr>
<td>Bedah</td>
<td>Alat suntik , tabung infus , kasa, kateter, sarung tangan, masker , bungkus/botol obat , pisau bedah, jaringan tubuh, kantong darah</td>
</tr>
<tr>
<td>Laboratorium</td>
<td>Alat suntik , pot sputum, pot urine/faeces, reagent, chemicals, kaca slide</td>
</tr>
<tr>
<td>Poliklinik</td>
<td>Alat suntik , tabung infus , kasa, kateter, sarung tangan, masker , bungkus/botol obat, dlsb</td>
</tr>
<tr>
<td>Farmasi</td>
<td>Dos, botol obat plastik/kaca, bungkus plastik, kertas, obat kedaluarsa, sisa obat.</td>
</tr>
<tr>
<td>Radiologi</td>
<td>Cartrige film, film, sarung tangan , kertas, plastik .</td>
</tr>
<tr>
<td>IGD</td>
<td>Alat suntik , tabung infus , kasa, kateter, sarung tangan, masker , bungkus/botol obat, dlsb</td>
</tr>
<tr>
<td>Dapur</td>
<td>Sisa bahan makanan (sayur, daging, tulang, bulu,dlsb), sisa makanan, kertas, plastik bungkus</td>
</tr>
<tr>
<td>Laundry</td>
<td>Kantong plastik</td>
</tr>
<tr>
<td>Kantor</td>
<td>Sisa bahan makanan (sayur, daging, tulang, bulu,dlsb), sisa makanan, kertas, plastik bungkus</td>
</tr>
<tr>
<td> KM / WC</td>
<td>Pembalut, sabun, odol</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Keterangan :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="33%">
<tbody>
<tr>
<td width="16%"><img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image002.gif" alt="" width="25" height="13" /></td>
<td width="84%">Incinerator</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image003.gif" alt="" width="26" height="14" /></td>
<td>Needle Pit/ Needle Cruisher</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image004.gif" alt="" width="26" height="14" /></td>
<td>Incenerator / Dijual Kembali</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pengelolaan limbah jika diolah secara baik dapat memberikan keuntungan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dengan konsep mata rantai daur ulang sampah yang terdapat di negeri kita. Gambar dibawah ini memperlihatkan konsep mata rantai daur ulang sampah.</p>
<p><img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image005.gif" alt="" width="442" height="234" /></p>
<p>Dengan adanya konsep pemilahan limbah padat medis maupun non medis, tentunya akan dengan mudah diperkirakan berapa keuntungan rumah sakit/puskesmas/poliklinik dari hasil pengolahan limbah yang dapat di daur ulang. Untuk memudahkan perkiraan keuntungan dari hasil pengolahan sampah dapat dilihat pada tabel dibawah ini</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="276">
<tbody>
<tr>
<td width="21"><strong>No </strong></td>
<td width="144"><strong>Jenis Barang </strong></td>
<td width="110"><strong>Harga Per-Kg (Rp) </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">1</td>
<td valign="top">Kertas bersih</td>
<td valign="top">400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">2</td>
<td valign="top">Kertas kotor</td>
<td valign="top">50</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">3</td>
<td valign="top">Kardus</td>
<td valign="top">250</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">4</td>
<td valign="top">Plastik lemas</td>
<td valign="top">300</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">5</td>
<td valign="top">Plastik ember</td>
<td valign="top">700</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">6</td>
<td valign="top">Botol Infus</td>
<td valign="top">50 / bh</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">7</td>
<td valign="top">Botol aqua</td>
<td valign="top">100</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">8</td>
<td valign="top">Kresek (HD)</td>
<td valign="top">50</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">9</td>
<td valign="top">Kaleng</td>
<td valign="top">75</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">10</td>
<td valign="top">Tulang</td>
<td valign="top">100</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">11</td>
<td valign="top">Beling putih</td>
<td valign="top">50</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">12</td>
<td valign="top">Kuningan</td>
<td valign="top">5000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">13</td>
<td valign="top">Tembaga</td>
<td valign="top">5000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">14</td>
<td valign="top">Aluminium</td>
<td valign="top">4000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">15</td>
<td valign="top">Besi super (asli)</td>
<td valign="top">300</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">16</td>
<td valign="top">Besi Campuran</td>
<td valign="top">250</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">17</td>
<td valign="top">Kaleng minuman (Sari)</td>
<td valign="top">3000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">18</td>
<td valign="top">Sandal, slang (Nilek)</td>
<td valign="top">750</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">19</td>
<td valign="top">Tempat odol (Pepsodent)</td>
<td valign="top">700</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center">Hasil penelitian YDD di TPA Kricak Desember 1999</p>
<p>Dari tabel diatas dapat diperkirakan dengan mudah berapa banyak sampah yang dapat di daur ulang atau dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan. Solusi penanganan limbah sebenarnya sangat mudah dan efisien jika ditangani dengan baik dan benar. Contoh lain penanganan limbah dengan metode pemilahan dan pemusnahan menggunakan incinerator Maxpell Technology dapat dilihat pada contoh kasus income sampah dari RS type B Yogyakarta Bulan Juni 2003 dibawah ini.</p>
<table style="width:443px;height:328px;" border="0" cellpadding="0" width="443">
<tbody>
<tr>
<td width="74"><strong>No </strong></td>
<td width="164"><strong>Jenis Sampah </strong></td>
<td width="63"><strong>Qty/hari </strong></td>
<td width="62"><strong>Qty / bulan </strong></td>
<td width="54"><strong>Harga / unit </strong></td>
<td width="106"><strong>Jumlah </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom">1</td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>Sampah Plastik </strong></td>
<td width="63" valign="bottom"> </td>
<td width="62" valign="bottom"> </td>
<td width="54" valign="bottom"> </td>
<td width="106" valign="bottom"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom"> </td>
<td width="164" valign="bottom">Tabung Infus</td>
<td width="63" valign="bottom">200 pcs</td>
<td width="62" valign="bottom">6000 pcs</td>
<td width="54" valign="bottom">Rp. 50,-</td>
<td width="106" valign="bottom">Rp. 300.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom"> </td>
<td width="164" valign="bottom">Plastik bekas (tabung suntik, botol obat,dll)</td>
<td width="63" valign="bottom">10 kg</td>
<td width="62" valign="bottom">300 kg</td>
<td width="54" valign="bottom">Rp. 700,-</td>
<td width="106" valign="bottom">Rp. 210.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom">2</td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>Sampah kertas </strong></td>
<td width="63" valign="bottom"> </td>
<td width="62" valign="bottom"> </td>
<td width="54" valign="bottom"> </td>
<td width="106" valign="bottom"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom"> </td>
<td width="164" valign="bottom">Koran bekas, sampah kantor, dll.</td>
<td width="63" valign="bottom">40 kg</td>
<td width="62" valign="bottom">1200 kg</td>
<td width="54" valign="bottom">Rp. 700,-</td>
<td width="106" valign="bottom">Rp. 840.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom">3</td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>Sampah basah </strong></td>
<td width="63" valign="bottom"> </td>
<td width="62" valign="bottom"> </td>
<td width="54" valign="bottom"> </td>
<td width="106" valign="bottom"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom"> </td>
<td width="164" valign="bottom">Sisa makanan, sampah dapur</td>
<td width="63" valign="bottom">15 ember</td>
<td width="62" valign="bottom">450 ember</td>
<td width="54" valign="bottom">Rp. 3000,-</td>
<td width="106" valign="bottom">Rp. 1.350.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom"> </td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>Rata rata pendapatan dari Sampah per Bulan </strong></td>
<td width="63" valign="bottom"><strong> </strong></td>
<td width="62" valign="bottom"><strong> </strong></td>
<td width="54" valign="bottom"><strong> </strong></td>
<td width="106" valign="bottom"><strong>Rp. 2.700.000,- </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom">Incinerator</td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>per Hari </strong></td>
<td width="63" valign="bottom"><strong>per Hari </strong></td>
<td width="62" valign="bottom"><strong>per Bulan </strong></td>
<td width="54" valign="bottom"><strong>Harga /Lt </strong></td>
<td width="106" valign="bottom"><strong>Biaya Minyak / Bulan </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="bottom">Konsumsi Minyak Solar</td>
<td width="164" valign="bottom"><strong>Konsumsi Minyak Solar</strong></td>
<td width="63" valign="bottom"><strong>10 lt</strong></td>
<td width="62" valign="bottom"><strong>300 lt</strong></td>
<td width="54" valign="bottom"><strong>Rp. 2.500,-</strong></td>
<td width="106" valign="bottom"><strong>Rp. 750.000,- </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>TEKNOLOGI MAXPELL</strong></p>
<p>Selain menggunakan metode pemilahan limbah yang dapat didaur ulang atau yang dapat dijual kembali, Maxpell juga memiliki teknologi yang dapat memusnahkan limbah medis atau non medis padat (basah dan kering) dengan menggunakan Incinerator. Teknologi incinerator Maxpell adalah sebuah alat penghancur limbah berupa tungku pembakaran yang didesain secara sempurna dalam sistem pembakaran dengan menggunakan berbagai media bahan bakar yang terus dikembangkan baik dari sisi teknologi maupun kapasitas.</p>
<p>Teknologi Incinerator Maxpell dirancang agar memiliki beberapa kemudahan untuk dioperasikan. Beberapa keunggulan tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak membutuhkan tempat luas;</li>
<li>Bisa membakar sampah kering hingga sampah basah;</li>
<li>Daya musnah sistem pembakaran mencapai suhu diatas 1000 o C;</li>
<li>Bekerja efektif dan irit bahan bakar;</li>
<li>Tingkat dari pencemaran rendah. Dalam operasional dibeberapa tempat terbukti asap hasil pembakaran yang keluar dari cerobong hampir tidak kelihatan dan tidak mengeluarkan bau yang menganggu;</li>
<li>Suhu pembuangan udara panas pada cerobong asap terkendali secara konstan;</li>
<li>Suhu dinding luar tetap dingin sama dengan suhu udara luar;</li>
<li>Perawatan yang mudah dan murah;</li>
<li>Abu sisa pembakaran bisa diolah menjadi beragam produk bahan bangunan.</li>
</ul>
<p>Keunggulan teknologi Maxpell berbeda dengan teknologi lainnya, teknnologi lain biasanya hanya dapat melakukan penghancuran sampah kering dengan tungku pembakaran, akan tetapi teknologi Maxpell menggunakan teknologi khusus yang didesain untuk mengelola dan sekaligus menghancurkan hampir seluruh limbah pada medis atau non medis secara maksimal. Silkus atau proses pengolahan limbah medis atau non medis Maxpell dapat dilihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p> <img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image006.gif" alt="" width="441" height="345" /></p>
<p>Keunggulan lain teknologi Maxpell adalah dengan diterapkannya <strong><em>Teknologi Ramah Lingkungan </em></strong>pada incinerator Maxpell. Teknologi ini berbeda dengan teknologi pembakaran sampah konvensional, pada tungku Maxpell l imbah ditempatkan dalam ruangan yang kedap, lalu di injeck dengan bahan bakar yang sudah dicampur oksigen dan terbakar dengan suhu yang tinggi, asap hasil pembakaran di imbas dengan molekul air sehingga asap yang keluar menjadi hidrocarbon yang akan terbakar habis pada secondary chamber. Dengan demikian asap akan bersih dan ramah lingkungan.<strong> </strong></p>
<p><strong>PRODUCT TEKNOLOGI MAXPELL</strong></p>
<p>Maxpell memiliki beberapa produk pengolahan limbah medis atau non medis yang disesuaikan dengan kebutuhan Puskesmas/Rumah Sakit/Poliklinik. Penyesuaian kebutuhan ini dilakukan agar teknologi yang dipilih tepat guna bagi instansi tersebut. Penyesuaian kebutuhan dapat dilihat dari berapa banyak jumlah pasien dan tamu per hari, jumlah sampah yang dihasilkan per hari (dapat dilihat dari berapa banyak angkutan truk sampah yang mengambil sampah) yang terdapat di Puskesmas/Rumah Sakit/Poliklinik itu sendiri.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa produk teknologi Maxpell untuk pengolahan limbah padat medis maupun non medis beserta spesifikasinya.<strong> </strong></p>
<p><strong>Maxpell Needle Crusher</strong></p>
<table style="width:441px;height:209px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="441">
<tbody>
<tr>
<td width="218"> <img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image010.gif" alt="" width="209" height="210" /></td>
<td width="311" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Spesifikasi Teknis Motor Listrik 100 Watt / 220 Volt<br />
Pengaman motor dengan sensor panas<br />
Ukuran : 293 x 197 x 163 mm<br />
Berat : 8,5 kg<br />
Body anti karat : Acrylic dan Fiberglass<br />
Penghancur Jarum : +/- 8 detik / jarum<br />
Bak penampung : +/- 300 jarumKeterangan Produk<br />
Pemusnah jarum suntik bertenaga listrik ramah lingkungan </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Needle Pit</strong></p>
<table style="width:442px;height:217px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="442">
<tbody>
<tr>
<td width="208"><strong> <img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image014.jpg" alt="" width="172" height="242" /></strong></td>
<td width="321" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Spesifikasi Teknis Needle Pit Material : PVC pipe<br />
Dimensi : ¯ 6” x 1350 mm<br />
Volume : 26 liter<br />
Kapasitas : + 40.000 JarumKeterangan Produk : Penampung potongan jarum suntik </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>S 512 &#8211; Mini Incinerator</strong></p>
<table style="width:443px;height:591px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="443">
<tbody>
<tr>
<td width="212"> <img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image015.gif" alt="" width="188" height="590" /></td>
<td width="317" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Spesifikasi Teknis Dimensi : 1260 x 940 x 1270<br />
Volume Reaktor : 120 liter<br />
Tipe : Cross draft<br />
Lining Material : Refractory Cement 1 70 0 o C<br />
Insulation : Insulation Cement 1400 o C<br />
Cover : Steel / Stainless Steel<br />
Kapasitas : 40 kg sampah / jam<br />
Temperatur kerja : &gt; 1000 o C<br />
Bahan Bakar : Gas LPG Keterangan Produk<br />
Pemusnah sampah medis dan non medis jenis padat (basah dan kering) </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>SS 01 &#8211; Incinerator Soft Metal</strong></p>
<table style="width:443px;height:472px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="443">
<tbody>
<tr>
<td width="226"> <img src="//www.maxpelltechnology.com/images/incineratormedis_image016.jpg" alt="" width="223" height="456" /></td>
<td width="303" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Spesifikasi Teknis Dimensi : 600 x 800 x 1200<br />
Volume Reaktor : 48 liter<br />
Tipe : Down Draft<br />
Lining Material : Refractory Cement 1 70 0 o C<br />
Insulation : Insulation Cement 1400 o C<br />
Cover : Steel / Stainless Steel<br />
Kapasitas : 10 kg sampah / jam<br />
Temperatur kerja : &gt; 1300 o C<br />
Bahan Bakar : Gas LPGKeterangan Produk<br />
Pemusnah sampah medis dan non medis jenis padat (basah dan kering) mampu menghancurkan metal/besi ringan </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hasil Uji Laboratorium Gas Buang (Emisi)</p>
<table style="width:442px;height:249px;" border="0" cellspacing="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="28">
<p align="center">No</p>
</td>
<td width="149">
<p align="center">Parameter</p>
</td>
<td width="52">
<p align="center">Unit</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">Baku Mutu<br />
Specification</td>
<td width="109">
<p align="center">Testing Result</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28"> </td>
<td width="149"><strong>FISIKA </strong></td>
<td width="52"> </td>
<td width="87"> </td>
<td width="109"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="28">1.</td>
<td width="149">Opasitas</td>
<td width="52">
<p align="center">%</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">40</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">15</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">2.</td>
<td width="149">Partikel</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">400</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">97.47</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28"> </td>
<td width="149"> </td>
<td width="52">
<p align="center"> </p>
</td>
<td width="87">
<p align="center"> </p>
</td>
<td width="109">
<p align="center"> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28"> </td>
<td width="149"><strong>KIMIA </strong></td>
<td width="52">
<p align="center"> </p>
</td>
<td width="87">
<p align="center"> </p>
</td>
<td width="109">
<p align="center"> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">3.</td>
<td width="149">Amonia (NH 3 )</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">0.15</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">4.</td>
<td width="149">Gas Klorin (CL 2 )</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">15</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">tt</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">5.</td>
<td width="149">Hidrogen Klorida (HCL)</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">10</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">tt</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">6.</td>
<td width="149">Hidrogen Florida (HF)</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">20</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">tt</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">7.</td>
<td width="149">Nitrogen Oksida (NO 2 )</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">1,700</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">1.34</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">8.</td>
<td width="149">Sulfur Dioksida (SO 2 )</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">1,500</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">0.55</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="28">9.</td>
<td width="149">Total Sulfur Tereduksi (H 2 S)</td>
<td width="52">
<p align="center">mg/m 3</p>
</td>
<td width="87">
<p align="center">70</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">0.07</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Keterangan : </strong>tt = Tidak Terditeksi</p>
<p>* Mengacu Kepada Kep-13/MENLH/3/1995 tentang Baku Emisi tidak bergerak untuk jenis kegiatan lainPengujian dilakukan oleh LPKL (Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan) Bandung.</p>
<p>* Metode Uji &amp; Sampling untuk perameter tersebut mengacu pada Annual Book of ASTM Standards, Vol 11.03, Atmospheric Analysis.</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"><strong>HP Daur Ulang Plastik Botol Air Minum Menjadi Katrid Inkjet</strong></p>
<p><a title="&quot;HP cartridge printer&quot; t " href="http://www.chinaprinterconsumables.com/manufacturers/56956/CISSHP491149124913.htm"></a><strong> <img style="float:left;" src="//www.chinaprinterconsumables.com/productsimages/CISSHP491149124913_56956.jpg" alt="HP cartridge printer" width="267" height="151" /></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>California</strong> – HP melakukan terobosan barunya dalam proses daur ulang yang memungkinkan plastik bekas konsumen didaur ulang menjadi katrid printer inkjet HP original yang baru. Lebih dari 200 juta katrid telah diproduksi dengan menggunakan proses ini.</p>
<p>HP memanfaatkan lebih dari 5 juta pound plastik daur ulang untuk produksi katrid inkjet-nya tahun lalu, selanjutnya HP berkomitmen untuk terus menggunakan bahan yang sama sebanyak dua kali lipat pada tahun 2008.</p>
<p>Proses daur ulang HP yang inovatif memudahkan pengumpulan dari berbagai sumber dan kondisi dari plastik daur ulang – dari botol air minum sehari-hari menjadi katrid HP Inkjet dengan teknik tinggi.</p>
<p>Sebagai rancangan yang berkesinambungan, penggunaan konten daur ulang dapat menghemat energi dan mencegah bertambahnya sampah plastik di area-area pembuangan sampah – sejak awal program ini berjalan, HP telah mempergunakan cukup banyak plastik yang didaur ulang hingga sebanyak 200 truk trailer.</p>
<p>“Dengan mengembangkan teknologi yang menjadikan HP dapat memanfaatkan kembali plastik daur ulang untuk pembuatan katrid inkjet HP orisinil, kami memiliki peluang untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap bumi,” ujar <strong>Michael Hoffmann</strong>, Senior Vice President, Supplies, Imaging and Printing Group, HP.</p>
<p>Dalam mengembangkan proses ini, sejumlah insiyur, ahli kimia, serta mitra HP mendedikasikan diri mereka untuk menemukan cara penggunaan bahan daur ulang yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, sekaligus tetap mampu menghadirkan kualitas dan reliabilitas produk yang disyaratkan.</p>
<p>HP memiliki program pengembalian katrid Inkjet HP melalui HP Planet Partners. Program ini memungkinkan terjadinya proses daur ulang multi-fase yang meleburkan bekas katrid menjadi bahan baku, seperti plastik dan logam. HP menggabungkan plastik yang berasal dari katrid inkjet dengan botol yang didaur ulang serta beberapa bahan tambahan lainnya untuk memastikan bahwa semua bahan daur ulang memenuhi standar kinerja HP yang tinggi.</p>
<p>Jumlah konten yang didaur ulang pada katrid HP inkjet sangat bervariasi antara 70 hingga 100 % dari total plastik yang digunakan, namun keandalan hasil dari setiap produk benar-benar telah teruji dan HP konsisten dengan program ini.</p>
<p>Berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang langsung memproduksi ulang katridnya, HP telah menemukan cara tersendiri untuk membentuk komponen plastik daur ulang menjadi katrid inkjet original HP.</p>
<p>Sebagai bentuk pengakuan terhadap pendekatan HP dalam menggunakan konten daur ulang, The Society of Plastics Engineers, organisasi perdagangan untuk para profesional dibidang plastik, berencana memberikan penghargaan paling prestisius dalam hal pelestarian lingkungan kepada HP diacara The Global Plastics Environmental Conference pada Bulan Maret mendatang.</p>
<p>“Penggunaan plastik daur ulang oleh HP pada aplikasi yang secara teknis berstandar tinggi sebagaimana yang ditetapkan untuk katrid inkjetnya, menunjukkan bahwa inovasi tersebut memiliki standar yang tinggi pula,” ungkap <strong>Larry Koester,</strong> Vice President of Communications, Environmental Division, Society of Plastics Engineers. “Pencapaian yang monumental ini tercipta setelah melalui upaya-upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan secara intensif selama bertahun-tahun oleh HP dan para mitranya.”</p>
<p>Pendekatan HP terhadap pengelolaan lingkungan senantiasa memperhatikan setiap aspek dari produk daur ulang – dari mulai desain, pembuatan hingga daur ulang. Memproduksi plastik daur ulang menjadi katrid original inkjet HP mengakhiri perputaran pengelolaan siklus plastik tersebut.</p>
<p>Penggunakan konten daur ulang merupakan kemajuan yang paling mutakhir dari program Design for Environment HP. Program ini nyata dalam memperkecil dampak lingkungan dari katrid HP melalui penggunaan bahan, kemudahan dalam mendaur ulang serta pengepakan secara efisien.</p>
<p>Program pengembalian dan daur ulang katrid melalui Planet Partners hadir untuk mendukung kemudahan serta kenyamanan pengelolaan katrid yang sudah tidak terpakai di 45 negara, wilayah dan teritori. Konsumen dapat menaruh kepercayaan terhadap pengelolaan lingkungan HP karena katrid yang dikembalikan melalui Planet Partners tidak pernah diisi ulang, dijual kembali, atau dibuang. (<a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/09/hp-daur-ulang-plastik-botol-air-minum-menjadi-katrid-inkjet.bwi">http://www.biskom.web.id/2008/02/09/hp-daur-ulang-plastik-botol-air-minum-menjadi-katrid-inkjet.bwi</a>)</p>
<p> </p>
<p>Demikian tulisan ini saya buat. Saya sangat mengharapkan masukan dari siapapun yang membaca tulisan ini sebagai koreksi bagi saya.</p>
<p> </p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Daftar Pustaka</span></p>
<p> </p>
<p>Anonimous. Buku Panduan KMBD: Keterampilan Medik Dan Bedah Dasar, Semester IV Jilid I Edisi 3. Banjarbaru: Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Februari 2009</p>
<p> </p>
<p><a href="http://falahluqmanulhakiem.wordpress.com/2009/01/14/mengenal-haryadi-penemu-alat-penghancur-jarum-suntik-bekas/">http://falahluqmanulhakiem.wordpress.com/2009/01/14/mengenal-haryadi-penemu-alat-penghancur-jarum-suntik-bekas/</a></p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.inovasi.lipi.go.id/baru/index.php?option=com_product&amp;task=detail&amp;id=2&amp;Itemid=34">http://www.inovasi.lipi.go.id/baru/index.php?option=com_product&amp;task=detail&amp;id=2&amp;Itemid=34</a></p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.maxpelltechnology.com/incineratormedis.php">http://www.maxpelltechnology.com/incineratormedis.php</a></p>
<p> </p>
<p><a href="http://onlinebuku.com/2008/10/21/daur-ulang-plastik/">http://onlinebuku.com/2008/10/21/daur-ulang-plastik/</a></p>
<br />Posted in Curhat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=10&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/25/jarum-suntik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nulis nulis..</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/18/nulis-nulis/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/18/nulis-nulis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 10:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya sih bingung mau nulis apa&#8230;, tapi dicoba deh nulis ini&#8230;   Sebelum memulai cerita, Saya coba dulu bertanya pada Anda ya..   Setujukah Anda kalau hidup itu harus seimbang dalam segala hal ? Menurut Anda, mengapa jawaban itu yang Anda pilih ? Untuk meraih apa yang ingin Anda raih, Anda akan berbuat apa ? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=8&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya sih bingung mau nulis apa&#8230;, tapi dicoba deh nulis ini&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Sebelum memulai cerita, Saya coba dulu bertanya pada Anda ya..</p>
<p> </p>
<p>Setujukah Anda kalau hidup itu harus seimbang dalam segala hal ?</p>
<p>Menurut Anda, mengapa jawaban itu yang Anda pilih ?</p>
<p>Untuk meraih apa yang ingin Anda raih, Anda akan berbuat apa ?</p>
<p> </p>
<p>Nah.., itu dulu ya tulusannya, kan belum ada yang jawab jadi ceritanya di pending lagi deh..</p>
<br />Posted in Curhat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=8&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/18/nulis-nulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gigi P.. &#8216;tit&#8230;.&#8217; (sebuah puisi)</title>
		<link>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/11/gigi-p-tit-sebuah-puisi/</link>
		<comments>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/11/gigi-p-tit-sebuah-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 08:16:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyty99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyty99.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Saat mentari&#8230; Berkembang keemasan.. Sangat terik Walau tlah lewat setengah waktu kehidupan Hari ini&#8230;   Kurasakan&#8230; Sebuah rasa&#8230; Perih..!! dan Pedih..!! Namun itu sudah biasa.. Kebiasaan yang biasa&#8230;   Mengapa seperti ini..?!?! Tanya yang harus kujawab segera&#8230; Aku berpikir&#8230; Ting ! Aha..!! Ku tlah dapat kuncinya..   Aku Belum Mengisi Saluran Hidupku..   Tetapi&#8230; Seketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=3&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat mentari&#8230;</p>
<p>Berkembang keemasan..</p>
<p>Sangat terik</p>
<p>Walau tlah lewat setengah waktu kehidupan</p>
<p>Hari ini&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Kurasakan&#8230;</p>
<p>Sebuah rasa&#8230;</p>
<p>Perih..!! dan Pedih..!!</p>
<p>Namun itu sudah biasa..</p>
<p>Kebiasaan yang biasa&#8230;<span id="more-3"></span></p>
<p> </p>
<p>Mengapa seperti ini..?!?!</p>
<p>Tanya yang harus kujawab segera&#8230;</p>
<p>Aku berpikir&#8230;</p>
<p>Ting ! Aha..!!</p>
<p>Ku tlah dapat kuncinya..</p>
<p> </p>
<p>Aku Belum Mengisi Saluran Hidupku..</p>
<p> </p>
<p>Tetapi&#8230;</p>
<p>Seketika dan secepat kilat yang super kilat&#8230;</p>
<p>Hei !!! Ayo.., ayooo..</p>
<p>Ah..! Kubiarkan perih ini..</p>
<p>Terpaksa walau memang tak dipaksa..</p>
<p>Oleh siapapun selain diriku..</p>
<p> </p>
<p>Lambat waktu berjalan..</p>
<p>Namun,</p>
<p>Aku segra tercengang..</p>
<p>Apa itu&#8230;!!</p>
<p>Aku melihat apa ??</p>
<p> </p>
<p>Sejenak aku diam..</p>
<p>Merenung..</p>
<p>Aku bingung..</p>
<p>Bukankah Ia tak pergi sedari tadi..??</p>
<p>Oh.. mungkin aku iri..</p>
<p> </p>
<p>Perih yang mulai kuhilangkan dari memoriku..</p>
<p>Seketika muncul kembali&#8230;</p>
<p>Ia makan apa..??</p>
<p>Makan apa ??</p>
<p> </p>
<p>Diam&#8230;</p>
<p>Muncullah pernyataan yang menggelitik jiwaku..</p>
<p>Mungkin dia&#8230;</p>
<p>Mungkin&#8230;</p>
<p>Hmm.., mungkin.</p>
<br />Posted in Puisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyty99.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyty99.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyty99.wordpress.com&amp;blog=7690541&amp;post=3&amp;subd=tyty99&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyty99.wordpress.com/2009/05/11/gigi-p-tit-sebuah-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c257371e91a451890d5cf51f68f0ca75?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyty99</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
