Libur Ramadhan (Bagian 1)

Banjarmasin, 05 Juli 2010 – 03 Agustus 2010

Mulai liburan setelah 2 minggu ujian, tapi ga’ bingung sih mau ngapain aja,soalnya emang sudah ada kegiatan lain menunggu. Dari liat-liat nilai, ngurus spp, ngurus KTI (yang membuat saya tidak menyesali telatnya mudik ke P. Bun), dan tentu saja konsultasi KRS.

Banjarmasin, 03 Agustus 2010

Malam ini beres-beres dulu, soalnya kan besok mau mudik ke Pangkalan Bun (kaya’nya bukan saya yang beberes deh hehe..). Disda sih sudah belanja-belanja yang banyak itu buat oleh-oleh ke P.Bun (sama siapa ya..?? ya sama temannya Disty lah.. wuahahahaha..). Tak usahlah kiranya saya ceriterakan keadaan mobil yang penuh itu,, ya kurang lebih seperti kebun binatang mini lah..

Sepertinya cerita saya membosankan. Ya itu karena bukan inti cerita. Inti cerita ada di bawah ini.. silakan dinikmati ya..

Banjarmasin dan Pangkalan Bun, 04 Agustus 2010

Sudah beberes pakaian tadi malam, tinggal masukkin tas-tas, Siti Bete, satu kotak yang berisi 2 ekor marmut, satu kandang yang berisi penuh mencit, serta semua pesanan mama dan acil ke dalam mobil. Selama di perjalanan Siti Bete tidur aja nih, kaya’nya dia mabuk perjalanan.. (tapi foto ini diambil waktu dia sudah di P. Bun dan tidur di ranjangnya mama dan abah).

Siti Bete

Rumah dikunci, pagar dikunci, lalu berangkat menuju terminal untuk menjemput kakak sepupu yang akan nyetirin mobil sampai ke Pangkalan Bun. Jam 06.30 berangkat dari rumah, Disda sang supir yang sudah pamitan dengan-nya (hehehe..), saya, dan adik sepupu menuju terminal. Menunggu kedatangan kakak sepupu dari Banjarbaru sebentar, pukul 07.30 WITA kami berangkat menuju Pangkalan Bun. Pukul 20.30 WITA atau pukul 19.30 WIB di Pangkalan Bun kami sampai. Datang di rumah langsung disambut mama. Saya langsung cium tangan dan memeluk mama yang memang sangat saya rindukan dan saya juga sebenarnya cukup merasa bersalah karena sebelumnya mama mengharapkan kami bisa melewati Nisfu Sya’ban bersama di P. Bun, namun apa daya jadwal konsultasi KRS baru dimulai tanggal 02 Agustus 2010. Tetapi dibalik itu semua, saya juga sangat senang karena bisa mengerjakan makalah dan konsultasi karya tulis saya selama menunggu tanggal 04 Agustus 2010. Oh ya, saya hampir lupa menceritakan kalau 13 jam perjalanan darat itu sudah cukup laju lho.. karena itu sudah termasuk mampir makan, sholat, dan buang air. Sebenarnya untuk ke P. Bun lewat jalan darat itu bisa ditempuh 10 jam (ini mungkin bagi supir yang lagi marah, kepanasan, tergesa-gesa, atau memang hobi kebut-kebutan, tapi mungkin tidak bagi supir yang kegatalan hehehe..) sampai 15 jam (bila supirnya mungkin sudah tua, memang sayang mobil, pakai istirahat-istirahat karena pegal, tetapi mungkin tidak bagi supir yang ketiduran di jalan J). Setelah melepas rindu dengan mama, lalu dengan adik-adik, saya bersiap untuk istirahat (ga’ sholat Isya nih, guring mati jar..). Abah masih di kantor dan pulangnya malam jadi ga’ pakai salim sama abah deh..

Pangkalan Bun, 05 Agustus 2010

Habis shubuh langsung buka laptop, ngerjain KTI lalu kirim deh ke pembimbing. Koreksiannya ternyata sudah ada tanggal 06 Agustus 2010, tapi saya baru buka tanggal 08 Agustus 2010. Edit-edit sebentar, lalu selesai dan ditinggal dulu deh untuk sementara sampai masuk kuliah.. Di P. Bun pagi dan siang ga’ makan bersama karena kesibukan masing-masing tapi malam diusahakan makan bersama. Kalau biasanya liburan mandinya siang, di rumah sendiri saat liburan mandinya ya tetap siang wkwkwk.. sampai-sampai beberapa kali ga’ ikut Disda jemput adik yang masih kelas 2 SD itu pulang sekolah. Kalau adik yang kelas 1 SMA itu sih ga’ usah dijemput karena dia naik motor sendiri (ssssstttttttt padahal dia belum ada SIM..), lagian badannya juga lebih besar dan lebih tinggi dari kakak-kakaknya. Kalau ditanya kenapa badan adiknya lebih besar, saya sebagai kakaknya sih cuma bilang karena dia ga’ kebagi tapi saya kebagi tinggi dan besarnya sama saudara kembar saya (ah itu bisa-bisanya si Disty aja hahaha..).

Pangkalan Bun, 06 Agustus 2010

Pagi ini sarapan nasi goreng, ikan goreng, oseng tahu tempe, dan sambal yang semuanya bikinan mama.

Nasi goreng sambal spesial

Kalau di rumah ini, mama pagi-pagi sekali sudah merebuskan air untuk adik bungsu mandi, menyiapkan pakaiannya, dan menyuapinya sarapan, setelah itu menyiapkan sarapan untuk abah karena abah ngantor jam sembilan sedangkan mama ngantor jam setengah delapan. Kalau abah kegiatan paginya nerima tamu-tamu yang datang dan kalau sempat nyapu-nyapu halaman, kalau mama repot, abah juga bisa nyuapin adik sarapan. Adik bungsu saya ini bukannya tidak bisa makan sendiri, tapi dia itu sepertinya ngikutin jejak kakak-kakak tertuanya ini yang sewaktu kecil dulu makannya memang susah dan lambat, sedangkan dia itu harus cepat-cepat karena sekolahnya cukup jauh dan ga’ mungkin kan nyuruh mobil jemputan sekolahnya nungguin di depan rumah selama dia makan (hohoho..).

Selain bikin sarapan, mama juga bikin camilan perkedel dan wadai bom gula habang. Waktu mama masih belum selesai menggoreng semua camilan ini, saya yang belum mandi (dan belum sikat gigi tentunya) sudah mencomot dan memakan 2 buah camilan ini ckckck..

Malamnya mama bikin makanan istimewa “sop tangkar” yang rasanya tentu saja sangat enaaaaakkkkkkkk sekali. Kalau saya sih tau makan aja, soal masak ya yang dasar-dasar bisa lah..

Nasi kuah sop tangkar

Eh,,eh, kalau saya kerjaannya apa ya..?? Ya apa aja yang bisa dikerjain, cuci piring bisa, ngasih makan marmut, bantu beberes tempat tidur juga bisa hehehe..

Pangkalan Bun, 07-10 Agustus 2010

Saya lagi malas foto-foto pada hari-hari ini. Karena saya bercerita berdasarkan foto, jadi untuk tanggal-tanggal ini saya juga lupa ada cerita apa (wah..wah..). Kecuali 10 Agustus malam yang disebut malam mamagang yang diisi dengan tarawih perdana untuk bulan Ramadhan tahun 1431 Hijriyah ini.

Pangkalan Bun, 11 Agustus 2010

Hari ini sudah mulai puasa hari pertama tahun ini, Alhamdulillah bisa melewatinya bersama keluarga tercinta. Pagi ini rasanya malas sekali beranjak dari tempat tidur. Agak kesiangan sebenarnya karena setelah sholat Shubuh malah tidur lagi. Kegiatan pagi ini kasih makan marmut dulu ah. Eh tapi ada si Cemot kucing jantan satu-satunya di rumah ini yang kekanak-kanakan, berisik, suka mencuri, dan warna belangnya itu lho, balang cacak yang sudah kusam. Si Cemot ini waktu Siti Bete datang langsung ngajak kenalan lalu malah nakalin Siti Bete. Siti Bete itu waktu datang langsung disayangi karena warna rambutnya yang putih bersih, gemuk, harum, dan tidak suka mencuri, selain itu Siti Bete ini tidak pernah buang air sembarangan di rumah, kalau mau buang air dia selalu bilang dulu untuk minta dikeluarkan dari rumah. Jadi disaat kucing-kucing lain dikeluarkan saat makan dan malam hari, Siti Bete dibiarkan aja seharian di rumah. Cemot itu punya saudara kembar yang bernama Mei Mei. Keadaan Mei Mei ini lebih parah lagi dengan warna belang yang sama dengan Cemot, tapi dia punya banyak koreng, rambutnya tipis, mukanya jelek, dan lebih kasihan lagi karena dia gagu dan tuli sehingga membuat dia minder dan tidak ada pejantan yang mau dengannya. Dari semua kekurangan Mei Mei itu, dia punya kelebihan sebagai pencuri ulung yang lebih hebat dari Cemot karena dia pencuri yang tidak berisik. Selain itu Mei Mei tidak nakal dengan Siti Bete dan dia juga cepat belajar dari Siti Bete, diantaranya dia mulai mengeringkan koreng-korengnya, dan sedikit meniru-niru sifat Siti Bete yang suka tidur. Kalau Siti Bete boleh tidur telentang di ranjang, Mei Mei cukup tahu diri dengan hanya tidur di karpet mushola di rumah. Selain si kembar Cemot dan Mei Mei, di rumah juga ada si Bubu dan si Belang yang nakal.

Cemot

Cemot

Mei Mei

Mei Mei

Waktu sahur tadi saya tidak ingin merusak suasana dengan kegiatan foto-foto yang saya lakukan itu (dan ini saya lakukan untuk sahur-sahur berikutnya). Tetapi saat mama menyiapkan makanan berbuka, mulailah saya foto-foto lagi hahaha.. Buka puasa pertama ini mama bikinin wadai bingka kentang dan gangan asam kepala iwak. Tetapi karena panai mama yang seukuran tuangan bingka itu hilang, jadilah mama memakai panai yang agak kebesaran. Ini membuat wadai bingka lambat matangnya. Seketika, mama punya ide untuk membakar bingka itu di oven listrik. Dari hasil coba-coba itu, jadilah mama membakar bingka untuk seterusnya menggunakan oven. Saya bilang ke mama kalau yang dibikin mama itu adalah bingka kentang modern yang cantik karena matangnya merata dan jadinya juga bingka yang tinggi.

Bingka kentang

bingka kentang

Gangan asam kapala iwak

gangan asam kapala iwak

Pangkalan Bun, 12 Agustus 2010

Puasa hari ini mama bikin makanan berbuka cukup beragam. Kolak pisang wan gumbili, wadai gambung, dan gangan karuh disiapkan dengan cepat. Kolak yang manis dan legit karena pakai gula habang kandangan, wadai gambung yang lembut dicacap ke setrup, dan gangan karuh yang gurih melengkapi indahnya buka puasa kali ini. Saya yang tidak biasa makan “berat” langsung banyak saat berbuka, dipaksa mama untuk makan lagi sepulang tarawih. Jadilah saya mau tak mau (Iya kah? Bukannya Disty emang suka makan ya..) makan lagi setelah tarawih. Lucunya saat saya mengambil kolak di dalam mangkok, abah malah menguahkan kolak itu ke nasinya (hahaha.. sebenarnya sih saya tidak merasa aneh, kan gangan banjar itu ada yang namanya sarawa waluh atau bubula pisang yang emang seperti kolak..).

Kolak

kolak pisang wan gumbili

Gambung

gambung

Gangan karuh

gangan karuh

Pangkalan Bun, 13 Agustus 2010

Malas datang lagi. Saya ga’ foto-foto hari ini. Tanggal 14 Agustus 2010 juga hanya satu foto. Oh iya, saya ingat hari ini kan saya, Disda, dan Rezqi (adik yang SMA) ke dokter mata. Biasalah kontrol 6 bulan sekali. Tapi kalau Rezqi sih karena baru ke dokter mata kali ini, kaya’nya dia akan mengikuti jejak berkaca mata J. Tunggu-tunggu dokternya akhirnya datang juga. Sampai kesorean jadinya buka puasa di apotek deh.

Pangkalan Bun, 14 Agustus 2010

Hari ini mama bikin soto manggala untuk buka puasa. Soto manggala itu makanan khas Pangkalan Bun. Kuahnya semakin gurih dengan adanya daging sapi yang ditambahkan. Fotonya sih ga’ jelas, takut nyemplung soalnya.

Soto manggala

soto manggala

Pangkalan Bun, 15-16 Agustus 2010

Datang lagi malasnya…

Pangkalan Bun, 17 Agustus 2010

Hari ini mama bikin wadai bingka lagi. Kali ini bikin bingka barandam nang lamak manis wan pacah di ilat. Bingka yang dibikin lagi-lagi dengan cara modern, warna hijau pandannya yang indah (tentu saja karena Disty memang suka warna hijau), dan kuahnya yang manis membuat bingka ini langsung meluncur begitu dimakan.

Pangkalan Bun, 18-19 Agustus 2010

Malas melanda lagi..

Pangkalan Bun 20 agustus 2010

Kali ini mama bikin gaguduh banyalam. Ini terdiri dari pisang yang dibalut tepung kemudian direbus, kuah santan yang diberi pandan, dan diberi satrup habang yang manis. Jadilah gaguduh banyalam (pisang berselimut yang berkuah) yang legit dan gurih. Bagi abah yang sudah lama membatasi diri dari menyantap santan, maka hanya pisang berkuah setruplah yang dimakan (hikz..). Karena mama bikinnya cukup banyak, jadi setelah tarawih saya diharuskan nambah makan gaguduh banyalam itu. Kalau tidak nambah, kata mama itu namanya tidak menghargai. Jadilah saya mau tidak mau (Oh ya..??) nambah lagi.. J.

Gaguduh bajarang

gaguduh bajarang

Santan

kuah santan

Satrup

satrup habang

Gaguduh banyalam

gaguduh banyalam

Pangkalan Bun, 21 Agustus 2010

Hari ini mama bikin bingka durian gula habang batahi lala dan puding waluh gula habang. Ini masih bingka modern. Pudingnya pun kreasi baru karena menggunakan labu kuning sebagai bahan dasarnya.

Bingka durian

bingka durian gula habang batahi lala

Puding waluh

puding waluh gula habang

Pangkalan Bun, 22 Agustus 2010

Mama bikin pancokan dan gangan iwak badaing kali ini. Yang selalu istimewa adalah sambal pancok mama ini yang tendiri dari kacang goreng, bawang putih goreng, petis banjar, gula habang batanak, terasi masak, asam jawa, cabe rawit, dan garam. Sambal pancok yang kental ini diulek di cobek yang besar dengan dua tangan (tangan kiri ikut menekan tangan kanan, menunjukkan betapa kental dan banyaknya sambal ini). Asal tau saja, mama memang menyimpan berbagai jenis terasi dan berbagai jenis cobek yang besarnya beragam. Buah-buahan untuk pancokan ini adalah buah-buahan biasa seperti bengkoang, mentimun, jambu air, dan nanas yang langsung dicolekkan ke sambal yang masih di cobek tadi. Rasanya….. mantapppppppppp..

Kacang dan bawang

kacang goreng dan bawang putih goreng yang sedang diulek

Sambal pancok

sambal pancok

Iwak badaing

iwak badaing

Pangkalan Bun, 23-24 Agustus 2010

Saya malas lagi..

Pangkalan Bun, 25 Agustus 2010

Tiba-tiba saya harus ke luar kota pagi ini dengan abah, sehingga baru kali ini saya merasakan ga’ enaknya diburu-buru (Penyebabnya? Biasalah.. malas mandi pagi..). Selama di luar kota tentu saja saya malas lagi jadinya foto-foto.

Luar kota, 25-27 Agustus 2010

Kegiatan yang monoton saya lakukan disini. Ya..ya..ya..

Luar kota, 28 Agustus 2010

Pagi ini saya langsung balik ke Banjarmasin. Selain agar tidak bolak-balik lagi Pangkalan Bun-Banjarmasin, ada kabar burung yang menyebutkan kalau perkuliahan dimulai tanggal 30 Agustus 2010. Tetapi itulah, sebagai manusia seharusnya kita percaya pada kabar dari manusia yang bisa dipercaya, bukan pada burung apalagi bila kita memang tidak mengerti bahasa burung. Ternyata perkuliahan memang tetap tanggal 01 September 2010. Sementara itu, Disda tetap balik ke Banjarmasin dari Pangkalan Bun disupirkan oleh kakak sepupu. Nah  Disda ini membawa berbagai makanan sangu dari P. Bun. Disda disanguin mama lupis kuah durian, iwak basanga angkal, rendang, dan iwak barabuk.

Lupis

dua tujur lupis

Gula habang cair

kuah gula habang bedurian

Lupis kuah durian

lupis kuah durian

Iwak basanga

iwak basanga angkal

Rendang

rendang

Iwak barabuk

iwak barabuk

Banjarmasin, 29 Agustus 2010

Menghabiskan hari Minggu dengan beberes rumah yang sangat tidak beres. Pagi-pagi abah mau ke bandara untuk menuju Pangkalan Bun. Mama sudah pesan kue lam sampai dua loyang untuk dibawa abah ke Pangkalan Bun. Padahal abah itu kan juga harus menjaga asupan gula (oh..). O ya, ini mobil kotor sekali ya.., titip kakak sepupu saja untuk nyucikan hehehe.

Kue lam

kue lam

Banjarmasin, 30 Agustus 2010

Pagi ke Banjarbaru untuk mengambil KTM dan menyerahkan perbaikan makalah KTI ke pembimbing. Pulangnya langsung ke toko buku, lalu sorenya ke pasar Ramadhan. Malamnya sholat tarawih di masjid dekat rumah (baru kali ini ngerasain tarawih yang ayat pendeknya ngabisin 1 juz Al-Qur’an).

Banjarmasin, 31 Agustus 2010

Tulisan ini dibuat. Sebenarnya masih banyak makanan dan minuman istimewa yang dibuat oleh mama. Tapi berhubung saya ga’ sempat (??) foto-foto, jadi itu saja yang saya ceritakan ya… Tulisan ini dibuat dengan judul part 1 karena saya harap semoga saya rajin untuk menulis kelanjutan cerita selama liburan ini.  Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini. Mohon maaf bila ada kata yang salah dan atau menyinggung perasaan. Komentar, kritik, dan sarannya ditunggu ya…

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Nuriana Albanjary berkata,

    hwaaaaaaaaa….lupisnya laaaaaah….kda tarasai am….hehe..lanjutkan ceritanya disty

    • 2

      tyty99 berkata,

      Iya, tapi kmaren senin tu Disty juga emang lupa bawa lupisnya hehehe…

      InsyaAllah ceritanya nanti lanjut habis lebaran ya…

  2. 3

    upload lg ya foto2 yg paling khas di pangkalan bun


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.