Hai-hai…! Akhirnya kali ini Disty nulis lagi. Dari judulnya mungkin Anda sudah dapat menebak kalau isinya ini tidak jauh dari makanan. Maklumlah, walau dikatakan oleh teman-teman Saya ini ramping tetapi sebenarnya kan salah satu wisata yang Saya gemari adalah wisata kuliner. Kalau ada yang membaca status di FB Saya beberapa waktu yang lalu dan menjadi satu-satunya mengenai liburan di Pangkalan Bun ini, Anda juga sudah dapat menebak kalau Saya tidak berwisata kemana-mana selain menikmati suasana rumah dan kota Pangkalan Bun.
Saya ke Pangkalan Bun dari Banjarbaru pada hari Jumat, 22 Januari 2010 pukul 04.00 WITA. Perjalanan lewat darat ke sana menggunakan mobil pribadi memakan waktu kurang-lebih 15 jam, sudah termasuk singgah sholat, makan, istirahat, dan mengisi BBM. Waktu itu Kami sampai di rumah pukul 17.00 WIB, yang berarti menempuh waktu 14 jam.
Langsung Saya lepas rindu ke Mama dan berbincang sebentar. Tidak lama kemudian Abah datang dari kantor membawakan pukis. Saya langsung menghabiskannya 2 buah (kelaparan ya???). Hahaha…, sebenarnya bukan kelaparan tetapi lebih ke menghargai oleh-oleh yang dibawakan dan tentu saja karena rasanya yang sangat lebih enak daripada pukis di belakang rumah di Banjarbaru ini (emang masih ada???) hehehe…
Hari Sabtunya pagi-pagi sudah digorengkan Mama gaguduh tiwadak. Gaguduh ini sangat istimewa karena resepnya istimewa. Pakai susu kental manis biar semakin renyah, dan pakai mentega biar tidak terlalu menyerap minyak goreng. Agak siang hari, Saya dan Kembaran ke rumah guru SMP dan guru les juga yang kami panggil Om (bukan Bapak, hehehe…).
Minggunya Mama membuatkan roti boy mocca. Resep roti boy ini Mama dapatkan dari kursus singkat sebuah produk alat rumah tangga. Rotinya yang sudah manis dan gurih diisi dengan keju yang gurih kemudian rotinya diberi topping mocca-kopi yang meleleh ketika kue dipanggang (hmm enak…) membuat aroma roti yang harum keluar menusuk indra penghidu kita. Lalu malamnya Mama membuatkan ayam masak kecap istimewa. Masakan ini istimewa dengan menggunakan saos tiram dan kecap manis yang membuat rasa makanan nendang.
Senin adalah hari memulai jalan-jalan. Walaupun Mama sedang puasa, Kami tetap minta dimasakkan cumi asam manis. Pagi-pagi Disda sudah ke pasar untuk membeli cumi-cumi dilanjutkan dengan membersihkan dan memotong-motongnya di rumah. Mama ke kantor dulu tetapi Mama sudah janji mengajak Saya ke mini market yang alat kecantikannya cukup lengkap karena muka Saya ini walaupun masih usia belasan tetapi memiliki masalah kulit kering. Siangan dikit Kami ke kantor Mama lalu segera ke mini market sekalian menjemput adik bungsu pulang sekolah. Sore hari Mama sudah menyiapkan makanan berbuka yang salah satunya tentu saja cumi asam manis. Di masakan ini Saya baru tahu kalau ada yang namanya saos asam manis itu hahaha…
Selasa makin asyik dengan jalan-jalan. Mandi agak siang, lalu janjian dengan Mama ke toko langganan untuk membordir kerudung yang polos-polos jam setengah 12. 15 menit setelah itu langsung ke SMPN 1 Arut Selatan untuk ketemu guru-guru dan makan di kantin sekolah sekalian makan pentol paman (jadi terharu juga waktu paman pentolnya bilang kalo yang rutin ngunjungin sekolah itu kami hehehe). Ya Alhamdulillah masih rutin ngunjungin karena masih ada adik yang sekolah disitu dan semoga saja nanti-nanti juga masih mau rutin ngunjungin. Takutnya sih seperti ke SD, waktu adik masih sekolah disitu ya dikunjungi juga SD nya, kalo kemarin sih ada keinginan tapi nggak dilaksanakan hahaha. Habis dari SMP lalu jemput adik bungsu pulang sekolah.
Hari Rabu santai lagi di rumah bahkan yang jemput adik bungsu pun kakak sepupu. Rencananya sih sore habis Mama pulang sholawatan mau bikin lupis kuah durian. Tetapi ternyata Mama tidak jadi sholawatan, jadinya bikin lupis tetap sore tapi setelah Mama tidur siang dulu. Kalau Saya entah mengapa jarang sekali tidur siang. Sore harinya Kami ikut bantu Mama bikin lupis. Istimewanya lupis ini pakai daun pisang yang dipetik dari pekarangan belakang rumah sendiri, lalu kalau Mama bikin kuahnya itu juga kental dan legit sekali, pokoknya sangat enak deh.
Kamis pagi sarapan lupis dulu baru sarapan nasi. Mama lagi pegal-pegal jadi tidak ke kantor. Jadinya di rumah lagi deh. Tapi siangnya bikin-bikin makanan lagi. Setelah menjemput adik bungsu pulang sekolah, Kami sekalian membeli tahu telor dekat sekolahnya. Di rumah kali ini yang dibuat adalah donat kentang. Kan donat itu adonanya setelah dibentuk di loyang harus didiamkan dulu sampai mengembang, jadi ya ditinggal sholat Ashar dulu baru digoreng setelah Ashar. Selama ditinggalkan di dapur itu ternyata ada satu adonan donat itu yang dimakan Meimei, kucing betina korengan saudaranya Cemot si jantan. Padahal Meimei itu pendiam. Donat buatan Mama ini juga sangat istimewa karena besar dan mentega untuk menghias donat itu rasanya manis. Jam 4 sore Kami ngambil rok dan celana yang dikecilkan pinggangnya di penjahit langganan. Maklumlah itu kan rok Mama dulu waktu masih langsing. Sampai ke penjahitnya ternyata belum 1 jam lagi baru selesai katanya. Jadilah kami jalan-jalan dulu mengelilingi kota sekalian beli kelapa parut dan cemilan kue bikang hangat. Sampai di rumah, Mama lagi menyiapkan makanan untuk Mama berbuka puasa yaitu kangkung masak tauco dan tahu-tempe-kalui penyet. Mama memang sedang kangen makan kangkung karena biasanya beli kangkungnya buat Ben dan Bella, sepasang marmut yang lucu. Kamis malam Mama membuatkan pais pisang dan pais waluh untuk bekal Kami selain amplang khas Pangkalan Bun karena esok paginya pulang lagi ke Banjarbaru. Pais buatan Mama ini juga beda dari bikinan orang karena rasanya yang lemak-manis itu sangat terasa sekali.
Jumat pagi Kami sarapan nasi kuning yang khusus dibelikan Abah pagi-pagi. Pukul 08.00 WIB Kami berangkat menuju Banjarbaru bersama kakak sepupu yang nyupirin mobil dan adik sepupu yang nemanin kami di Banjarbaru. Sampai di Banjarbaru jam 11-an. Besok paginya langsung beraktivitas lagi…
Sebenarnya masih ada makanan istimewa lainnya yang dibuatkan oleh Mama. Seperti tapai baras yang manis dan legit, kalui masak tauco, sambal bikinan Mama juga istimewa karena khas sekali, ada iwak karing masak asam, lalu ada kalui asam-manis, juga oseng tahu-tempe, lalu oseng pare yang tidak pahit sama sekali, dan oseng buncis yang lezat. Disda juga ada masak cumi-kentang-tahu-tempe goreng tepung, mie kuah cumi, dan nasi goreng cumi-iwak karing. Kalau Disty ??? Ya makan-makan….
Kiranya ini dulu yang bisa diceritakan, maaf kalau ada salah kata, dan ditunggu comment-nya ya…




Nuriana Albanjary berkata,
4 Februari 2010 @ 7:08 am
waduh….enak tuh makan-makan terus….
tyty99 berkata,
4 Februari 2010 @ 3:11 pm
Iya dong,, tp karena banyak urusan lain jadinya libur yang 3 minggu jadi seminggu aja di p. bun nya hehehe…
Kalo kk gimana liburannya??
mas tyas berkata,
5 Februari 2010 @ 7:01 pm
berwisata sambil makan- makan, enak nih.. kalo soal gemuk apa ramping kayaknya karakter dech
tyty99 berkata,
6 Februari 2010 @ 7:37 am
hehehe,, thx commetnya mas..
ngomong2,, ada info tentang pohon yodium yg sy tanyakan ntu ga’??
badia berkata,
1 November 2011 @ 11:01 am
resep dan cara buat amplang dong….