Arsip untuk Juni, 2009

Bahasa Pemersatu Bangsa

Apa yang Anda pikirkan saat membaca judul di atas ?  Mungkin Anda akan berpikir, ”Kok Disty memilih judul itu ya ?” ”Apa Dia mau menjadi Guru?” Atau mungkin menjadi pejuang kesiangan.

Sebenarnya judul itu terpikir oleh Saya ketika melihat dan membaca Facebook milik saudara Saya, serta banyak lagi tulisan-tulisan dari blog maupun artikel yang ada di internet. Bahasa-bahasa ”gaul” yang sekarang banyak digunakan Saya rasa mulai mengikis bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia. Memang sebagai negara yang dihuni oleh berbagai macam suku, bahasa yang beragam tidak terelakkan. Pun sebagai negara berkembang, negara kita memang menyerap kemudian menyaring kebudayan dari luar sehingga cocok untuk diterapkan di negara kita. Hal-hal yang disaring itu dapat berupa apa saja, terutama budaya dan tentunya bahasa. Banyak orang sekarang berbicara menggunakan bahasa yang dicampur-campur antara dalam dan luar negeri, ataupun memelesetkan bahasa sehingga menjadi enak, lucu, atau bahkan aneh didengar. Namun parahnya, bila ada orang lain yang tidak mengerti bahasa tersebut, maka bersiaplah orang itu diperolok dengan kata kampungan, cupu, nggak gaul, walaupun ada saja orang yang mengajarkan bahasa ”gaul” itu tanpa memperolok orang lain. Baca entri selengkapnya »

Komentar (7) »

OSCE THT

Selasa, 02 Juni 2009

Hari yang menyenangkan menurut Saya, dimana sejak semalam rumah Saya telah dikunjungi dua teman Saya yang ingin belajar persiapan OSCE THT esok harinya. Kami bertukar pikiran mengenai bagaimana cara-cara yang benar dalam melakukan berbagai tindakan pemeriksaan. Karena Saya tuan rumah, memang Saya cukup merasa senang karena pembicaraan Saya cukup baik didengar. Sampai-sampai teman saya berkata, “Wah, rugi nih kalau besok nggak dapat 100”. Memang kami juga diajari oleh kelompok my twins yang telah OSCE THT siklus sebelumnya dengan penguji yang berbeda.

Pada hari-H nya pun karena hari itu memang OSCE terakhir KMBD II, Saya juga dibuat tersipu-sipu karena teman-teman yang duduk di dekat Saya dengan jadwal OSCE yang lain juga berkata, ”Wah Aku lebih percaya belajar dengan Disty deh daripada liat cheklist, nggak ngerti”! Saya sebagai orang yang normal namun “biasa-biasa” saja sempat merasa tersanjung juga dengan perkataan itu. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Makan-makan…

Waktu itu (Saya lupa tepatnya), kami (Saya dan my twins) sedang jalan-jalan melepas lelah. Saat itu, di pinggir jalan kami melihat ada spanduk yang mempromosikan tempat makan baru di Banjarbaru. “Bakso Suki, Bakso Kocok” di depan SMA YPK Banjarbaru.

Judul Menu

Judul Menu

Kami langsung penasaran, lalu kami segera menuju jalan yang dimaksud kemudian mencari tempat yang tertera di spanduk. Setelah tau tempatnya, kami langsung merencanakan untuk mencoba ke tempat makan baru itu. Setelah menelaah, menimbang, dan memutuskan, maka ditentukanlah pada hari Sabtu, 23 Mei 2009 setelah kuliah Gizi, kami akan mencicipi makanan di tempat itu.

Sampailah dihari dan waktu yang dinantikan… (hehehe…, maklum orang lapar…) (Haa!! Disty yang beratnya kurang itu bisa lapar ??). Kami masuk ke depot baru itu dan segera dilayani dengan baik oleh pelayannya yang menurut saya cukup ramah. Kemudian kami mulai melihat menunya dan.., ”Kok yang termurah aja sudah 9000 rupiah ?” ”Tapi dilihat dari gambarnya sih kelihatannya porsinya cukup besar” gumam Saya. Kami segera memilih menu Bakso Suki Original yang harganya 15 ribu dan bisa dibagi jadi 2 porsi serta memesan minuman teh botol 2 buah. Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.