Apa yang Anda pikirkan saat membaca judul di atas ? Mungkin Anda akan berpikir, ”Kok Disty memilih judul itu ya ?” ”Apa Dia mau menjadi Guru?” Atau mungkin menjadi pejuang kesiangan.
Sebenarnya judul itu terpikir oleh Saya ketika melihat dan membaca Facebook milik saudara Saya, serta banyak lagi tulisan-tulisan dari blog maupun artikel yang ada di internet. Bahasa-bahasa ”gaul” yang sekarang banyak digunakan Saya rasa mulai mengikis bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia. Memang sebagai negara yang dihuni oleh berbagai macam suku, bahasa yang beragam tidak terelakkan. Pun sebagai negara berkembang, negara kita memang menyerap kemudian menyaring kebudayan dari luar sehingga cocok untuk diterapkan di negara kita. Hal-hal yang disaring itu dapat berupa apa saja, terutama budaya dan tentunya bahasa. Banyak orang sekarang berbicara menggunakan bahasa yang dicampur-campur antara dalam dan luar negeri, ataupun memelesetkan bahasa sehingga menjadi enak, lucu, atau bahkan aneh didengar. Namun parahnya, bila ada orang lain yang tidak mengerti bahasa tersebut, maka bersiaplah orang itu diperolok dengan kata kampungan, cupu, nggak gaul, walaupun ada saja orang yang mengajarkan bahasa ”gaul” itu tanpa memperolok orang lain. Baca entri selengkapnya »
